Waspadai Kemungkinan Terjadinya Overdosis Obat Tidur

Semakin banyak orang yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia. Kondisi insomnia dapat disebabkan berbagai hal pemicu stres, gangguan psikologis, gangguan kesehatan, gaya hidup tidak sehat, berbagai obat-obatan, serta faktor lingkungan. Penggunaan obat tidur bisa menjadi pilihan sebab terbukti membantu insomnia dengan adanya kandungan melatonin di dalamnya.  Selain itu, obat tidur juga dapat membantu mengurangi kecemasan, relaksasi otot, dan euforia. Sayangnya, penggunaan obat tidur yang berlebihan memicu terjadinya overdosis yang membahayakan bagi tubuh. Melatonin yang berlebihan mampu menyebabkan ritme sirkadian (pengatur siklus bangun dan tidur) dalam tubuh terganggu. 

obat tidur

Gejala overdosis obat tidur

Untuk orang yang mengonsumsi obat tidur, perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya overdosis. Kebanyakan, overdosis obat tidur sulit dideteksi sebab efek sampingnya tidak mudah terlihat. Meski demikian, terdapat beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami overdosis obat tidur seperti berikut ini. 

  1. Diare
  2. Nyeri persendian
  3. Mudah tersinggung
  4. Mual
  5. Sakit kepala
  6. Lesu saat siang hari
  7. Bermimpi buruk
  8. Cemas berlebih
  9. Kesulitan bernapas
  10. Nyeri dada mendadak
  11. Tekanan darah lebih tinggi dari 180/220 mmHg

Risiko obat tidur 

Penggunaan obat tidur terutama dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan risiko. Salah satu risiko paling berbahaya adalah overdosis obat tidur. Selain overdosis, beberapa risiko mungkin muncul seperti berikut ini. 

  1. Interaksi obat 

Penggunaan obat tidur bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan interaksi tertentu. Penggunaan obat penghilang rasa sakit dan penenang mampu membuat efek samping obat tidur meningkat tajam jika dikonsumsi bersamaan atau beriringan. 

  1. Toleransi obat

Risiko berupa terjadinya toleransi obat tidur akan mungkin terjadi pada periode tertentu setelah penggunaan berulang. Dengan begitu, obat tidur dengan dosis yang biasa Anda konsumsi tidak lagi bisa mengatasi insomnia yang dialami. Anda pun kemudian menambah dosis sedikit demi sedikit sehingga membuat kemungkinan terjadinya overdosis obat tidur. 

  1. Ketergantungan obat

Resep obat tidur umumnya bersifat adiktif. Semakin lama mengonsumsi obat tidur maka membuat risiko ketergantungan meningkat tajam. Anda mungkin merasa tidak bisa tidur, tidur dengan gelisah, atau bermimpi buruk terus menerus ketika berusaha tidur tanpa obat. Hal itu kemudian akan membuat Anda merasa harus selalu mengonsumsi obat tidur.  

  1. Gejala sakau

Saat Anda berusaha berhenti menggunakan obat tidur, maka perlu dilakukan perlahan. Jika Anda menghentikan penggunaan secara tiba-tiba maka berisiko memunculkan beberapa gejala sakau seperti gemetar, berkeringat, dan mual. 

Cara menghindari overdosis obat tidur

Dosis penggunaan obat tidur tidak memiliki aturan baku yang tepat untuk semua orang. Hal itu meningkatkan kemungkinan overdosis obat tidur terjadi. Untuk menghindari overdosis obat tidur, Anda perlu mendapatkan arahan dari dokter secara langsung terutama pada anak-anak. Perhatikan juga reaksi yang ditimbulkan tubuh setelah mengonsumsi obat tidur. 

Adanya risiko terjadinya overdosis obat tidur karena mengonsumsinya terlalu banyak tentu membuat seseorang perlu mengatasi insomnia dengan cara lain. Anda perlu mencari tahu terlebih dulu penyebab sult tidur yang terjadi. Setelah itu, terapkan beberapa kebiasaan tidur seperti makan dilakukan maksimal 3 jam sebelum tidur, miliki jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari, kurangi konsumsi kafein, serta hindari nikotin. Anda juga perlu melakukan olahraga secara teratur dan memperhatikan lingkungan tidur agar terasa lebih nyaman. Apabila insomnia terus berlanjut dan mengganggu, maka Anda perlu berkonsultsi ke dokter untuk mendapat bantuan medis.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>