minyak lavender tagged posts

Apa Saja Manfaat Minyak Lavender bagi Ibu Hamil?

Fase hamil dan melahirkan yang dialami perempuan menyebabkan terjadinya berbagai perubahan fisik dan mental. Ibu hamil perlu diberikan rasa nyaman dan ketenangan untuk mengatasi kecemasan tersebut. Beberapa bentuk alternatif bisa dilakukan termasuk menggunakan manfaat minyak lavender sebagai terapi.

Selain khasiatnya untuk kulit, rambut, anti nyamuk, dan masih banyak lainnya, minyak ini juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Menurut American Journal, aromaterapinya merupakan metode terapi yang populer dalam mengurangi rasa sakit ibu selama proses melahirkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak lagi manfaat lainnya bagi ibu hamil.

Mengapa harus minyak lavender?

Minyak lavender diperoleh dari tanaman lavender (Lavandula spp) dan telah digunakan sejak berabad-abad lalu, bahkan pernah dipakai sebagai antibakteri pada peristiwa perang dunia ke-1. Menurut penelitian, beberapa jenis bakteri yang tidak bisa dilawan menggunakan antiobiotik  bisa dicegah penyebarannya menggunakan minyak ini.

Selain itu terdapat khasiat lain seperti memberikan efek sedatif atau efek menenangkan, meredakan kembung di perut, anti-depresi, anti-peradangan, serta anti-mikroba. Oleh karena itu, ,manfaat minyak lavender sering digunakan untuk terapi penyembuhan penyakit.

Mengurangi mual dan muntah

Kejadian mual dan muntah hampir dialami semua perempuan di trimester awal kehamila. Parfum minyak lavender dan peppermint mengurangi frekuensi mual dan muntah saat hamil. Tak hanya itu, keduanya juga mampu mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi.

Cara pembuatannya cukup mudah, tuangkan minyak dan air dengan komposisi 4:1:1, artinya 4 tetas air, 1 tetes minyak peppermint, dan 1 tetes minyak lavender. Campurkan ketiganya dan pansakan di atas pemanas minyak khusus. Letakkan di dalam ruangan agar aromanya menyebar secara menyeluruh.

Membantu menurunkan tekanan darah

Sebuah studi menyebutkan perpaduan antara pemberian aromaterapi minyak lavender dan mendengarkan musik klasik mampu membantu menurunkan kadar tekanan darah pada ibu hamil. Aroma yang dihirup meningkatkan mood dan menstabilkan emosi yang diatur oleh hipotalamus di otak. Selain itu, gelombang alfa yang dihasilkan membuat perasaan lebih tenang sehingga mampu menurunkan tekanan darah seseorang. 

Sebanyak 3-5% ibu hamil mengalami hipertensi kronis yang biasanya disebabkan karena obesitas atau umur. Anda perlu mengantisipasi kondisi tersebut sebab memungkinkan ibu mengalami preeklamsia atau sering disebut keracunan kehamilan, pertumbuhan bayi terganggu sehingga menyebabkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), gangguan plasenta, serta kemungkinan bayi lahir prematur.

Akan tetapi, apabila ibu hamil terbukti mengalami kondisi hipertensi yang parah, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sehingga mendapatkan penanganan yang tepat. Aromaterapi hanya membantu meringankan, bukan menyembuhkan.

Mengurangi sakit saat proses kelahiran

Menjelang proses kelahiran, seorang ibu biasanya mengalami berbagai kecemasan dan ketakutan akan rasa sakitnya. Intensitas rasa sakit tersebut akan bertambah ketika mendekati waktu bayi akan keluar. Uterus akan berkontraksi serta vagina dan panggul akan melebar secara perlahan.

Pemberian minyak lavender sebagai aromaterapi bisa menjadi solusi alternatif sebab terbukti memberikan efek menenangkan. Ketika menghirupnya, tubuh secara alami mengeluarkan hormon kortisol melalu kelenjar adrenal sehingga memberikan efek rileksasi kepada ibu.

Minyak ini juga bisa diaplikasikan dengan cara memijat lembut saat ibu mengalami kesakitan menjelang melahirkan. Metode ini merupakan cara populer yang biasa dilakukan agar mengurangi kecemasan dan rasa sakit. Cara ini juga bisa dilakukan untuk ibu yang melahirkan dengan cara sesar sebab kecemasan yang dirasakan akan bertambah berkali-kali lipat .

Kehamilan harus dikontrol rutin oleh dokter kandungan sehingga apabila ada keluhan atau gangguan pada ibu, dokter mampu melakukan penanganan secepat dan sebaik mungkin. Begitu pula dengan peristiwa kelahiran yang harus didampingi oleh bidan, dokter, dan petugas kesehatan lainnya.

Read More