melahirkan anak kedua tagged posts

Melahirkan Anak Kedua, Begini Cara Menjaga Perasaan Kakak

Sekitar 6-8 minggu setelah persalinan, ibu dan ayah menghadapi masa-masa cukup berat karena harus mengurusi berbagai hal berkaitan dengan keperluan anak kedua. Jadwal makan dan tidur bayi yang tak teratur membutuhkan kesabaran dalam menghadapinya. Belum lagi ditambah kebutuhan anak pertama yang harus tetap diperhatikan baik secara fisik maupun psikologis.

Rasa cemburu wajar terjadi pada anak pertama saat mengetahui bahwa dirinya akan mempunyai adik. Si kakak yang terbiasa mendapat perhatian utama kini harus terbagi dengan kehadiran adik barunya. Orang tua harus memiliki cara agar tetap menjaga perasaan kakak agar tetap merasa penting.  

  • Beritahu akan hadirnya adik sejak awal kehamilan

Menjadikan kakak sebagai salah satu orang yang mengetahui awal kehamilan ibu merupakan cara menjadikannya penting dan spesial. Berbeda apabila ia mendengar kabar tersebut dari orang lain, kakak mungkin akan merasa ibudan ayah merahasiakan kabar ini darinya. Hal ini harus dilakukan mengingat kakak merupakan orang yang kehidupannya akan berdampak setelah kelahiran bayi tersebut.

Saat hamil dan menjelang persalinan, usahakan membicarakan prosesnya kepada kakak. Bicarakan sesuatu yang bersifat positif dan tunjukkan kekuatan ibu hamil saat proses melahirkan. Meskipun masih kecil, kakak akan tetap mampu menangkap maksud ibu. Hindari memberi informasi negatif dan ketakutan yang ibu rasakan karena juga akan berdampak pada perasaan kakak.

  • Bermain peran

Tujuan bermain peran yakni untuk mengetahui kecemasan yang dirasakan kakak dan mencoba membuatnya berkomunikasi kepada ibu atau ayah. Boneka bisa menjadi sarana untuk bermain peran. Melalui boneka, tunjukkan kebutuhan adik kelak nanti setelah lahir ke dunia. Perkenalkan jam tidurnya, kebutuhan mengganti popok, perilaku menangisnya, dan ajarkan untuk bersikap lemah lembut terhadap adik.

Kakak juga akan merasa bahagia saat ibu memberinya kesempatan berbicara pada adik, merespon gerakan, atau mengajak adik bernanyi saat masih berada di kandungan. Dengan begitu, kedekatan keduanya akan terjalin sejak awal.

  • Menjadikan kakak pahlawan kecil untuk adiknya

Setelah adik lahir ke dunia, sempatkan suatu waktu adik dan kakak berada di satu ruangan. Perkenalkan kebaikan-kebaikan kakak bahwa ia adalah sosok yang baik, berani, ganteng atau cantik dengan tujuan membesarkan hati kakak di depan adiknya. Jaga hubungan harmonis dengan membuat batasan dan aturan kepada kakak seperti tidak boleh memukul, dilarang kasar, dan bangun rasa empatinya.

  • Libatkan peran ayah

Ayah juga memiliki peran penting dalam menjaga perasaan kakak dan mendukung kehamilan serta persalinan ibu. Ayah bisa menguatkan ibu saat kakak menunjukkan sikap cemburu kepada adik dengan cara bertingkah yang membuat kesal. Ayah dan kakak bisa meluangkan waktu berdua atau sekadar menyiapkan kebutuhan sekolah. Komunikasi yang terjalin antara keduanya membuat kakak bisa memberitahu kecemasan dan keinginan yang ada di pikirannya secara lebih terbuka.

  • Bersyukur atas karunia Tuhan

Mempunyai anak merupakan karunia dari Tuhan sehingga patut untuk disyukuri. Selalu ingat akan hal ini jika ibu merasa lelah dan kesal kepada kakak maupun adik. Dengan demikian, keputusan dan sikap yang akan dilakukan akan lebih terkontrol.

Melahirkan anak kedua menuntut ibu dan ayah untuk lebih membagi waktu dan perhatian ekstra. Cara menghadapi anak pertama yang butuh perhatian juga dilakukan berdasarkan tahapan usianya. Semakin beranjak dewasa, kakak cenderung lebih mudah diberi pengertian dengan bentuk komunikasi yang tepat.

Read More