brain fog tagged posts

Kenali 7 Penyebab Utama Brain Fog

Brain fog atau mudah lupa tampaknya hal yang pernah dialami seseorang dan ini adalah wajar terjadi. Sesekali, Anda mungkin pernah lupa ketika ingin melakukan tindakan tertentu, seperti mengatakan, meletakkan, atau mengambil sesuatu. Padahal, Anda ingat betul di awal ingin melakukan apa, tapi ketika akan dilakukan, tiba-tiba hilang begitu saja dari ingatan Anda. Brain fog sebenarnya bukanlah kondisi medis yang membahayakan. Hanya saja, gejalanya dapat membuat Anda kehilangan konsentrasi, berusaha mengingat kembali ingatan Anda, dan menyebabkan kelelahan mental.

Mengenal brain fog.

Brain fog (kabut otak) merupakan ketidakmampuan seseorang untuk mengingat sesuatu dengan fokus dan tajam. Kondisi ini bisa meliputi gangguan memori, penurunan konsentrasi, dan tidak fokus. Tidak jarang pula, orang menganggap mudah lupa terjadi akibat kondisi mental yang terlalu lelah. Kabut otak yang terjadi sesekali masih dianggap hal yang wajar, tetapi jika terjadi terlalu sering, barulah Anda patut waspada.

Gejala umum brain fog.

Brain fog tidak mengenal usia muda atau tua, siapa saja bisa mengalami kondisi ini. Gejala utama adalah Anda jadi mudah lupa dan gagal fokus. Gejala penyerta lainnya seperti tubuh mudah lelah, lemas, dan sering pusing. Sering pula, hal ini memengaruhi kondisi mental orang yang mengalaminya.

Penyebab brain fog.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, penyebab umum seseorang mengalami brain fog adalah sebagai berikut.

  • Efek samping obat tertentu.

Mungkinkah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu? Ini bisa menjadi faktor penyebab Anda mengalami brain fog. Salah satu jenis obat yang memiliki efek samping kabut otak atau mudah lupa ini adalah antikoligernik. Obat ini dapat menghambat efek neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk stimulasi dan aktivitas di otak, sehingga dapat mengakibatkan kebingungan.

Golongan obat yang termasuk antikolinergik adalah obat bebas, seperti oxybutynin (Ditropan) untuk inkontinensia dan diphenhydramine (Benadryl) untuk alergi. Selain itu, obat resep, seperti amitriptyline (Elavil) untuk depresi dan cyclobenzaprine (Flexeril) untuk kejang otot. Sementara itu, obat apa pun yang memiliki efek sedatif juga dapat mengganggu konsentrasi, seperti obat tidur.

  • Kurangnya asupan zat gizi vitamin B12.

Kekurangan vitamin B12 juga dapat memengaruhi fungsi otak. Vitamin B12 berperan penting untuk menjaga darah dan saraf tetap sehat. Anda bisa memenuhi asupan vitamin B12 dari daging, telur, serat susu dan produk olahannya. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12 juga akan semakin sulit. Inilah yang menyebabkan ketersediaan vitamin B12 dalam darah jadi rendah. Akibatnya, Anda jadi lebih mudah mengalami brain fog.

  • Stres atau depresi.

Menurut para ahli, perasaan cemas, khawatir, stres berlebihan hingga depresi dapat menyebabkan seseorang mengalami brain fog. Hal ini disebabkan karena terganggunya kondisi mental, sehingga menghambat kemampuan Anda untuk berpikir jernih atau membuat keputusan.

Di sisi lain, kondisi stres kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) juga bisa mengganggu daya ingat Anda. Dalam kondisi tersebut, tubuh dan pikiran Anda merasa lelah untuk waktu yang lama, akibatnya jadi mudah bingung, pelupa, dan hilang fokus. Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan CFS. Anda bisa mengatasinya dengan banyak berolahraga, terapi, dan berkonsultasi dengan dokter.

  • Penurunan fungsi kelenjar tiroid.

Para ahli meyakini bahwa kelenjar tiroid yang tidak aktif dapat memengaruhi kemampuan otak seseorang dalam mengingat sesuatu. Saat kelenjar tiroid Anda tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup, yaitu tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3), maka fungsi organ tubuh menjadi lamban, termasuk otak. Akibatnya, seseorang mudah mengalami brain fog atau kabut otak.

  • Apnea tidur obstruktif.

Apnea tidur obstruktif adalah kondisi seseorang mengalami henti napas secara berkala saat tidur. Gejala umumnya adalah rasa kantuk di siang hari. Gejala lainnya adalah mendengkur dengan keras dan terengah-engah. Anda harus waspada karena sleep apnea ini dapat meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung. Ini juga yang menjadikan Anda sering mengalami brain fog atau pemikiran kabur.

  • Penuaan otak yang sehat (healthy brain aging).

Brain fog sering pula terjadi akibat otak mengalami penuaan secara alami karena faktor usia. Tidak jarang, Anda akan melihat orang tua sering lupa meletakkan kacamata, apa yang Anda katakan kepadanya, atau kejadian lainnya. Ini adalah hal yang wajar terjadi selama tidak mengganggu fungsi otak secara menyeluruh.

  • Kondisi medis tertentu.

Ada beberapa kondisi tertentu seperti kehamilan, menopause, penyakit multiple sclerosis (MS), dan lupus yang dapat mengganggu kemampuan otak dalam mengingat sesuatu. Jika brain fog dipicu oleh kondisi tersebut, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan langsung dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.  

Inilah 7 faktor penyebab brain fog yang mungkin saja Anda alami. Kabut otak bisa membuat penderitanya mengalami frustrasi dan berdampak pada penurunan kualitas hidup, termasuk kesehatan mental dan produktivitas Anda sehari-hari. Maka dari itu, jika gejala yang muncul sudah cukup sering, maka segeralah lakukan pengobatan untuk mengatasinya.

Read More