asitesis tagged posts

Kenali Gejala dan Penyebab Asitesis

Asitesis adalah penumpukan cairan di perut. Penumpukan cairan ini menyebabkan pembengkakan yang akan membesar dalam waktu beberapa minggu, meskipun dalam kasus-kasus tertentu dapat memakan waktu beberapa hari saja. Asites merupakan kondisi yang sangat tidak nyaman dan dapat menyebabkan penderitanya pusing, lelah, sulit bernapas, dan terus menerus merasa kenyang. Penyakit hati merupakan penyebab utama asites. Selain itu, penyakit kanker dan gagal jantung juga berisiko menyebabkan penyakit ini. Dalam artikel ini, penulis akan mencoba menjelaskan gejala dan penyebab asites yang perlu Anda waspadai.

Penyebab asites

Asitesis terjadi ketika cairan berkumpul dan terus tertampung di perut. Penumpukan ini terjadi di antara dua lapisan selaput yang menjadi peritoneum, kantung halus yang mengandung organ-organ tubuh. Merupakan hal yang wajar dan normal untuk memiliki cairan dalam jumlah kecil di rongga peritoneum.

Banyak penyakit yang menyebabkan asites, termasuk TBC, penyakit ginjal, pancreatitis, dan thyroid yang kurang aktif. Akan tetapi, penyebab utama asites adalah gagal jantung, sirosis, dan kanker. Asites dapat berkembang apabila kanker memengaruhi peritoneum, hati, ovarium, payudara, usus, lambung, pankreas, paru-paru, dan sistem kandung kemih.

Gejala asites

Asites sering menyebabkan rasa sakit. Selain itu, orang-orang yang menderita penyakit ini juga akan merasa pusing, kurang lapar dibanding biasanya, lelah, konstipasi, dan sering buang air kecil. Retensi cairan menyebabkan tekanan pada organ-organ bagian dalam, yang sering menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman. Asites juga dapat menyebabkan perut kembung, rasa sakit pada perut dan punggung, dan membuat seseorang kesulitan untuk duduk dan bergerak.

Faktor risiko asites

Kerusakan hati merupakan faktor risiko terbesar penyakit asites. Beberapa penyebab kerusakan hati di antaranya adalah sirosis, hepatitis B atau C, dan riwayat penggunaan alkohol yang berlebihan. Kondisi-kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko untuk menderita asites di antaranya adalah knker endomametrial, hati, pankreas, dan ovarium; gagal jantung atau ginjall; TBC dan pankreatitis; serta hypothyroidism.

Gejala-gejala penyakit asites dapat muncul dengan perlahan ataupun tiba-tiba, tergantung penyebab penumpukan cairan tersebut. Gejala yang muncul juga bukan serta-merta merupakan tanda adanya kegawatdaruratan medis. Namun, berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami hal-hal seperti perut yang membengkak, pertambahan berat badan yang tiba-tiba, kesulitan bernapas saat berbaring, hilangnya nafsu makan, rasa sakit pada perut, kembung, mual dan muntah, serta maag. Penting untuk diingat bahwa gejala asites dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi lain.

Komplikasi akibat asites

Beberapa jenis komplikasi yang dihubungkan dengan asites di antaranya adalah rasa sakit pada perut; pleural effusion, ada dikenal dengan kondisi “air di paru-paru”, yag dapat menyebabkan kesulitan bernapas; hernias; infeksi bakteri; dan sindrom hepatorenal, sebuah jenis kegagalan ginjal progresif.

Asitesis tidak dapat dicegah. Akan tetapi, Anda dapat menurunkan risiko menderita asites dengan melindungi hati Anda. Untuk memiliki hati yang sehat dan terhindari dari komplikasi penyakit, Anda bisa mengikuti gaya hidup sehat, misalnya tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih (hal ini dapat membantu mengurangi sirosis). Selain itu, penting untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual (penyakti hepatitis dapat ditularkan lewat hubungan seks). Anda juga dilarang berbagi jarum suntik karena hepatitis dapat ditularkan lewat penggunaan jarum suntik yang tidak higienis. Terakhir, ketahui potensi efek samping dari obat-obatan yang Anda konsumsi. Apabila kerusakan hati merupakan sebuah risiko yang Anda miliki, konsultasi dengan dokter apakah fungsi hati Anda perlu diperiksa atau tidak.

Read More