anak tagged posts

Apa Saja Perbedaan Kehamilan Kedua dari yang Pertama?

Bagi sebagian besar wanita, kehamilan kedua terasa berbeda dari yang pertama. Tentu saja, karena tubuh telah berubah, dan aktivitas bertambah setelah ada si sulung. Inilah tiga perubahan yang bisa dirasakan.

Perubahan Fisik

  1. Gerakan Bayi Lebih Cepat Terasa

Salah satu perbedaan yang paling cepat dirasakan adalah gerakan bayi. Ibu yang hamil untuk pertama kali umumnya merasakan gerakan bayi di usia kehamilan lima bulan. Sedangkan ibu yang pernah melahirkan, akan merasakannya pada usia empat bulan kehamilan.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Sebab, ibu telah mengenal sensasi tersebut dan menjadi lebih peka terhadap tendangan ringan si kecil dalam kandungan.

Pada usia tiga bulan kehamilan, gerakan janin mungkin terasa seperti gelembung kecil atau gelitik sayap kupu-kupu. Ibu yang kali pertama hamil mungkin salah mengiranya sebagai gerakan gas dalam perut, bukan gerakan bayi.

  • Perut Lebih Cepat Buncit

Setelah melahirkan, rahim tidak serta merta menyusut ke ukurannya semula. Rahim ternyata menjadi lebih besar, untuk memudahkan kehamilan berikutnya.

  • Perut Terlihat Lebih Menggantung

Kehamilan pertama membuat otot-otot perut mengendur, sehingga menjadi lebih lemah. Oleh sebab itu, pada kehamilan kedua, perut tidak bisa menahan bayi sekuat dahulu. Kandungan pun tampak lebih rendah.

Sisi positifnya, ibu bisa bernapas lebih leluasa dan makan lebih nyaman. Namun, ibu jadi lebih sering buang air kecil. Area panggul menjadi kurang nyaman karena tekanan yang lebih kuat pada kandung kemih dan panggul. Untuk meringannya, ibu bisa berlatih kegel.

Selain itu, beban pada tulang punggung bagian bawah bertambah. Tanyakan pada dokter mengenai latihan yang bisa menguatkan perut serta mengurangi nyeri punggung. Selain itu, hindari membawa beban berat atau melengkungkan punggung.

Saat berdiri, buat otot-otot tulang belakang bagian bawah rileks dengan menekuk lutut. Saat beristirahat, berbaringlah menyamping sambil mengapit bantal atau dengan melengkungkan salah satu lutut, bisa juga keduanya. Jika duduk, redakan beban tulang punggung bagian bawah. Caranya, letakkan kaki pada bangku pendek.

Perubahan Aktivitas

Yang membuat kehamilan kedua lebih sulit adalah kini ada anak yang harus dirawat. Saat si kakak sangat aktif, ibu bisa mudah lelah dan mengalami nyeri punggung bagian bawah. Tiga hal ini bisa cukup membantu.

  1. Pelajari Teknik Mengangkat

Sediakan bangku pendek untuk si kakak yang masih batita, untuk membantunya naik ke kloset atau tempat tidur. Jika dia ingin pangku, duduklah dahulu dan biarlah dia naik ke pangkuan Anda. Jadi, Anda tak perlu mengangkatnya. Jika si kakak terlalu kecil, ibu bisa menekuk lutut, lalu mengangkat dengan mengandalkan kaki. Ibu juga bisa menggunakan semacam korset khusus untuk kehamilan.

  • Konsumsi Makanan Sehat

Agar energi selalu baik, cobalah makan enam kali dalam porsi kecil. Siapkan makanan sehat yang kaya kalsium, dan aneka buah segar. Jangan lupa mengonsumsi vitamin kehamilan.

  • Olahraga dan Istirahat

Agar level energi selalu baik, rutinlah berolahraga dan beristirahat. Setiap hari, usahakan 30 menit berjalan kaki atau setidaknya 10 menit, sebanyak 3 kali sehari. Istirahatlah yang cukup. Jika si kecil tidur, ini kesempatan ibu untuk ikut beristirahat.

Proses Melahirkan

Persalinan kedua ini lebih berpotensi terhadap kontraksi palsu (Braxton Hicks). Selain itu, bayi berada lebih rendah dan lebih jauh daripada tulang belakang. Ia tidak masuk ke panggul bawah dengan mudah.

Untuk membedakan antara kontraksi asli dan palsu, ubahlah posisi. Jika ibu duduk, coba berdiri atau berjalan. Jika kontraksi berhenti, maka itu kontraksi palsu. Jika terus terjadi, maka itulah waktu menjelang persalinan. Kabar baiknya, proses persalinan biasanya menjadi lebih cepat da mudah. Sebab, serviks lebih mudah membuka dan membantu proses kelahiran bayi.

Read More

Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 15 Bulan

Di usia 15 bulan, balita Anda masih membutuhkan jam tidur yang cukup seperti saat masih bayi. Dalam perkembangan anak 15 bulan, jam tidur sangat penting. Jam tidur berperan dalam perkembangan daya kognitif otak, memori, serta perkembangan keterampilan lainnya.

Berikut beberapa tips tentang kebiasaan tidur balita dalam perkembangan anak 15 bulan:

  • Anak usia 15 bulan normalnya bisa tidur lelap sepanjang malam dan sudah tidak terlalu sering terbangun atau rewel. Jika anak 15 bulan masih sering terbangun atau tidak lelap di malam hari, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Balita usia 15 bulan membutuhkan jam tidur selama 12-14 jam setiap hari.
  • Anak-anak usia 15 bulan yang tidak memiliki cukup tidur umumnya akan lebih mudah rewel.
  • Saat balita Anda tidur siang, Anda juga bisa beristirahat atau relaksasi agar tidak kelelahan merawat balita. Anda bisa membaca buku, yoga, atau bahkan ikut tidur.

Perkembangan Anak 15 Bulan

Anak usia 15 bulan menjadi lebih energik dan aktif hari demi hari. Ia mulai senang mengeksplorasi lingkungannya, banyak bergerak dan bermain yang menggunakan koordinasi tangan dan mata.

Anda bisa membantu perkembangan anak 15 bulan dengan mendorong balita melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Mengajak permainan mengambil bola, melempar bola atau menempelkan benda.
  • Memutar atau menekan tombol pada mainan.
  • Menumpuk mainan balok dan menjatuhkannya.
  • Memasukkan mainan ke kotak atau lubang.
  • Menggelindingkan bola.

Karena anak 15 bulan juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, orangtua juga sebaiknya lebih berhati-hati dan menjauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak.

Di usia 15 tahun, balita juga senang memegang dengan kedua tangan. Tetapi, pada usia sekitar 2 tahun (24 bulan), nantinya ia akan lebih senang memegang dengan satu tangan, kanan atau kiri.

Tips Mendukung Perkembangan Anak 15 Bulan

Orangtua perlu memahami bahwa anak 15 bulan membutuhkan istirahat yang cukup untuk menyeimbangkan kegiatan dan keterampilan fisiknya yang sangat aktif di siang hari.

Untuk itu, ikuti beberapa tips mendukung perkembangan anak 15 bulan berikut:

  • Tetapkan rutinitas jam tidur setiap malam. Misalnya, membacakan buku dongeng, minum susu, atau menyikat gigi.
  • Jika anak usia 15 tahun sudah memiliki kamar sendiri, biarkan anak menangis beberapa saat dalam tempat tidurnya sebelum tidur karena tidak mau ditinggal. Namun, pastikan bahwa anak sudah kenyang dan tidak sedang sakit.
  • Agar anak bisa beristirahat malam dengan baik, Anda bisa menempatkan anak di ruangan yang tenang, gelap, dan suhu kamar yang nyaman.
  • Berikan mainan yang membantu anak belajar tentang mencocokkan benda. Misalnya, puzzle yang mudah.
  • Pastikan untuk mendukung perkembangan anak 15 bulan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi kalsium harian untuk tulang dan gigi yang kuat. Misalnya, yogurt, susu dan keju.
  • Hati-hati saat memberikan jenis makanan yang berpotensi membuat balita tersedak. Seperti buah anggur, popcorn, permen, dll. Potong makanan menjadi kecil-kecil agar lebih mudah dilahap balita.

Menjaga dan merawat balita usia 15 bulan yang aktif dan energik, sudah pasti akan membuat Anda kelelahan. Maka dari itu, jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk relaksasi dan beristirahat dengan baik. Mari mendukung perkembangan anak 15 bulan dengan mengikuti beberapa tips di atas.

Read More