Orang-Orang yang Disarankan Lakukan Pemasangan Ring Jantung

Pemasangan ring jantung harus diikuti dengan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung di kemudian hari.

Sebagai salah satu kondisi medis dengan tingkat mortalitas yang tinggi, penyakit jantung selalu punya posisi khusus di dunia kedokteran. Penelitian dan pengembangan-pengembangan terkait penyakit ini selalu dilakukan. Tujuannya tidak lain untuk memberi harapan hidup yang tinggi kepada para pengidapnya. Salah satu metode medis yang paling umum dan sering dilakukan untuk mengatasi gangguan jantung adalah pemasangan ring jantung. Apa, sih, pemasangan ring jantung ini?

Pemasangan ring jantung atau angioplasti koroner adalah prosedur yang dilakukan dengan tujuan membuka pembuluh darah arteri yang mengalami penyumbatan. Tindakan medis ini umumnya dikombinasikan dengan pemasangan jaring kecil atau ring jantung yang disebut sebagai stent.

Pemasangan ring jantung dilakukan dengan menggunakan kateter kecil yang dilengkapi balon untuk nantinya dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang tersumbat atau buntu. Tujuannya untuk memperlebar pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar. Ring jantung dipasang supaya pembuluh darah arteri tetap terbuka, mencegah terjadinya penyempitan ulang, dan telah melapisinya dengan obat-obatan agar pembuluh darah arteri tetap terbuka.

  • Kelompok Orang yang Membutuhkan Pemasangan Ring Jantung

Pemasangan ring jantung digadang-gadang dapat menyelamatkan nyawa pasien yang punya kondisi tertentu, khususnya punya riwayat serangan jantung. Hal ini diungkapkan langsung oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A. Damay, “Kalau pasien punya riwayat serangan jantung jelas memerlukan pemasangan ring. Ini karena dapat menyelamatkan nyawa.”

Selain orang yang memiliki riwayat serangan jantung, stent atau ring jantung mungkin juga diperlukan oleh kelompok pasien tertentu, antara lain yang sering merasa sakit di bagian dadanya; pegal atau berat saat beraktivitas dan berkurang pegalnya saat istirahat; serta sesak pada pasien dengan kegagalan fungsi jantung (gagal jantung) atau lemah jantung.

Nah, pemasangan ring jantung ini bisa menurunkan risiko untuk terjadinya serangan jantung. “Selain itu, ring jantung untuk memperbaiki aliran darah ke otot jantung yang lemah dan mempertahankan fungsi jantung. Hal ini juga mengurangi keluhan yang ada, misal nyeri. Kualitas hidup pasien akan meningkat,” kata Vito, menambahkan.

  • Mekanisme Pemasangan Ring Jantung

Dalam pelaksanaannya, proses pemasangan ring jantung mula-mula diawali dengan menjalani pemeriksaan kateterisasi jantung. Kateterisasi jantung dilakukan dengan menggunakan pipa kecil yang dimasukkan ke pembuluh darah pada area pergelangan tangan atau lipat paha, hingga ke pangkal pembuluh darah koroner pada jantung.

Setelah kateter masuk, sebuah kabel penuntun kemudian dimasukkan untuk menuntun balon dan ring ke daerah yang bermasalah. Balon dalam keadaan kempis diletakkan di bagian luar kabel penuntun dan di lapisan terluar akan diletakkan ring atau stent.

Setelah berada di dalam, balon dikembangkan, sehingga ring juga ikut mengembang. Dengan demikian, rongga arteri yang sebelumnya tersumbat akibat penumpukan plak menjadi lebih lebar. Setelah ring terpasang, balon dikempiskan lagi dan dikeluarkan.

Adapun dalam prosedur atau teknis katerisasi membutuhkan waktu sekitar setengah jam, sedangkan pemasangan ring jantung membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.

“Itu tergantung dari sulitnya lokasi dan tipe penyempitan pembuluh darah koroner,” lanjut Vito.

Setelah ring jantung dipasang, pasien disarankan untuk banyak minum air putih. Untuk mengatasi rasa sakit pada luka bekas sayatan, dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Di samping itu, obat antikoagulan mungkin juga bisa diberikan untuk mencegah terbentuknya gumpalan atau bekuan darah.

Sepanjang masa pemulihan, pasien diminta untuk membatasi semua aktivitas fisik, termasuk menyetir kendaraan bermotor. Meski diperbolehkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dokter menganjurkan untuk melakukannya secara perlahan dan bertahap, setidaknya selama satu minggu setelah menjalani pembedahan.

Selain itu, selama masa pemulihan pasca-pemasangan ring jantung, dokter akan meresepkan obat untuk menjaga agar tidak terjadi penyempitan ulang di lokasi yang telah terpasang ring jantung. Pasien disarankan memperbanyak makanan sehat, seperti sayur dan buah serta rajin beraktivitas fisik.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>