Mengenal Homofobia Beserta Seluk Beluk Tentangnya

Homoseksual adalah orientasi seksual seorang yang memiliki ketertarikan baik segi fisik maupun emosional terhadap gender yang sama. Gay adalah sebutan untuk laki-laki yang tertarik dengan sesamanya, sedangkan pada perempuan disebut sebagai lesbian. Pada tahun 1968, Asosiasi Psikiater AS (APA) memasukan homoseksual ke dalam kategori gangguan mental. Akan tetapi, APA akhirnya menetapkan bahw homoseksual bukan bagian dari gangguan mental semenjak 1987. Setelah memahami apa itu homoseksual, maka kini akan dibahas tentang homofobia. 

Pengertian homofobia

Homofobia masih terkait dengan homoseksual. Homofobia adalah kebencian serta ketakutan tidak rasional terhadap orang homoseksual. Apabila seseorang termasuk homofobia, maka berbagai ekspresi buruk akan dimunculkan terhadap pandangan, sikap, serta tindakan pada homoseksual baik secara individu maupun kelompok. Pada prakteknya, orang dengan homofobia lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Homofobia ternyata terkait secara psikologi. Artinya kepribadian seseorang yang cenderung homofia terbentuk karena merasa terancam secara orientasi seksual secara tidak sadar. Penelitian telah dilakukan bahwa orang dengan homofobia memiliki kecenderungan untuk menjadi gay. 

Jenis-jenis homofobia

Homofobia sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Pembagian tersebut tentunya telah diteliti oleh para ahli. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Homofobia kultural

Jenis pertama adalah homofobia kultural. Jenis ini cukup berdampak secara luas sebab sikapnya disebarkan melalui media hiburan dan budaya populer. Kebencian terhadap homoseksual akan ditunjukkan melalui tayangan televisi atau berita di surat kabar. 

  1. Homofobia institusional

Jenis kedua adalah homofobia institusional. Pada jenis ini, perasaan benci ditunjukkan dalam lingkup institusi, organisasi, perusahaan, atau lembaga pemerintahan. Sikap akan diperlihatkan dengan cara represi terhadap individu homoseksual melalui kebijakan yang dibuat. 

  1. Homofobia interpersonal

Jenis ketiga adalah homofia interpersonal. Homofobia interpersonal adalah jenis homofobia yang diarahkan pada orang lain secara individu. Orang dengan homofobia interpersonal akan menunjukkannya secara langsung para personal dengan orientasi homoseksual seperti teman kerja, teman sekolah, atau bahkan anggota keluarga sendiri. 

  1. Homofobia terinternalisasi

Jenis terakhir disebut sebagai homofobia terinternalisasi. Berbeda dengan ketiga jenis sebelumnya, homofobia terinternalisasi tidak ditunjukkan untuk orang lain atau  kelompok, namun diarahkan pada diri sendiri. Bagaimana bisa? Seseorang homoseksual bisa merasa malu terhadap orientasi seksualnya sendiri sehingga terbentuklah sikap berupa homofobia terinternalisasi. Biasanya seseorang yang mengalami homofibia terinternalisasi berusaha dengan sekuat mungkin untuk menekan ketertarikan seksualnya pada sesama jenis. 

Dampak buruk pada sosial 

Adanya orang-orang dengan homofobia menyebabkan para homoseksual merasa perlu untuk berhati-hati dan perlu melindungi dirinya. Hal tersebut menyebabkan mereka tidak bisa mengekspresikan diri bahkan terkadang harus memalsukan orientasi seksualnya untuk bisa diterima di masyarakat. Selain itu, homofia juga menyebabkan represi terhadap kelompok-kelopok Lesbian Gay Biseksual Transeksual Queeer (LGBT+) semakin banyak dan menguat. Dampak paling nyata adalah depresi yang dialami oleh homoseksual meningkat dan menyebabkan kasus bunuh diri meningkat karena tidak sanggup dengan diskriminasi yang dialami. 

Menemukan lingkungan dengan orang yang memiliki sikap homofobia tentu tidak menyenangkan. Tindakan represi mungkin terjadi terutama jika sikap homofobia tersebut sangat kuat. Untuk itu, beberapa hal Anda lakukan untuk membantu mengurangi sikap homofobia. Anda dapat mencoba mengedukasi dan terus mengampanyekan tentang fakta bahwa homoseksual bukanlah penyakit mental. Selain itu, Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai orientasi seksual. Anda bisa melakukan konsultasi online melalui aplikasi SehatQ yang tentunya akan memberikan informasi terpercaya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>