Kapan Mola Hidatidosa Terdeteksi?

Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh beberapa pasangan yang baru atau yang sudah bertahun-tahun menikah. Saat kehamilan datang, ibu hamil akan menjaganya dengan baik dengan berbagai cara. Misalnya saja seperti menjaga asupan makanan danĀ  minuman yang sehat, serta mengonsumsi beberapa suplemen jika diperlukan.

mola

Akan tetapi, tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar. Pada beberapa kasus, ibu hamil bisa saja mengalami kelainan pada janin dan beberapa komplikasi lainnya. Salah satu kelainan tersebut adalah mola hidatidosa atau yang biasa disebut sebagai hamil anggur. Lalu apa gejalanya jika ibu hamil mengalami hamil anggur dan kapan terdeteksinya?

Waktu terdeteksinya mola hidatidosa

Kehamilan mola hidatidosa atau hamil anggur adalah kehamilan hasil dari kesalahan genetik selama proses pembuahan yang menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rahim. Pada kondisi tersebut menyebabkan plasenta tidak dapat berkembang secara normal, bahkan bisa memicu terjadinya tumor.

Umumnya kehamilan jenis ini tidak dapat bertahan lama karena plasenta tidak dapat menyalurkan asupan nutrisi untuk janin, lebih parahnya lagi kondisi tersebut dapat menyebabkan risiko kesehatan lain bagi ibunya.

Kapankah hamil anggur ini dapat terdeteksi? Biasanya mola hidatidosa akan terdeteksi saat ibu hmail melakukan cek rutin kehamilan pada minggu ke 8 hingga 14. Pasalnya, kehamilan mola ini sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jadi ketika Anda melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan pada minggu tersebutlah biasanya akan terlihat pada saat USG. Meski begitu, apda beberapa ibu hamil mola hidatidosa ini sering kalli menunjukkan beberapa gejala, seperti:

  • Keluarnya cairan atau flek berwarna kecokelatan dari rahim, atau terjadinya perdarahan yang sangat jelas. Pada beberapa ibu hamil, hal ini bisa terjadi antara minggu keempat hingga kedua belas.
  • Mual dan muntah yang sangat parah dan tidak kunjung reda yang disebut hiperemesis gravidarum, yang biasanya disebabkan oleh produksi hormon gonadotropin (hCG) dari jaringan trofoblas.
  • Preeklampsia dini (tekanan darah tinggi)
  • Tidak ada gerakan janin atau nada jantung yang terdeteksi
  • Gejala kelenjar tiroid yang terlalu aktif, seperti kelelahan, kelemahan, kedutan atau gemetar
  • Sakit perut, karena kista ovarium yang besar

Bagaimana mengetahui kalau gejala tersebut mola hidatidosa?

Mengalami flek saat kehamilan memang belum tentu menandakan keadaan hamil anggur, bisa juga karena kelelahan. Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa beberapa gejala di atas merupakan tanda mola hidatidosa. Anda dapat mengetahui jika Anda dalam kondisi hamil anggur dengan cara:

  • Pemeriksaan panggul, karena dengan pemeriksaan tersebut dapat terlihat rahim membesar atau mengecil, serta jumlah hormon hCG yang tinggi.
  • Melakukan USG, dengan melakukan hal tersebut dapat terlihat kehamilan anggur, dengan tanda plasenta yang tidak normal.

Setelah terjadi mola hidatidosa, bagaimana selanjutnya?

Umumnya, kehamilan anggur ini akan berakhir dan tidak akan bertahan dan ketika dikeluarkan janin yang tidak berkembang itu berbentuk seperti anggur. Biasanya, setelah dilakukan proses pengangkatan tersebut, sekitar 90% wanita dengan mola hidatidosa tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.  

Prosedur selanjutnya hanya melakukan pemantauan akan kadar hormon hCG yang dilakukan setiap bulan selama enam bulan setelah pengangkatan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah kehamilan anggur tersebut sudah terangkat sepenuhnya atau belum. Pasalnya, jika masih ada yang tertinggal, maka ada kemungkian untuk berkembang lagi menjadi hamil anggur.

Selain itu, wanita dengan mola hidatidosa disarankan untuk tidak hamil dahulu selama kurang lebih satu tahun (tergantung kondisi kesehatan masing-masing) dan diharapkan untuk menggunakan alat kontrasepsi selama masa tersebut.

Meskipun kejadian ini banyak dialami oleh ibu hamil, namun proses penyembuhan secara psikis pada wanita tersebut berbeda beda, ada yang sebentar sudah lebih baik namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat menerima bahwa bayinya tidak bisa dipertahankan. Pada kondisi tersebut diharapkan orang-orang disekitar mencoba untuk menghibur wanita tersebut, sehingga pemulihan akan terasa lebih cepat. Bagi pasangan yang ingin program untuk bisa hamil lagi setelah kondisi tersebut, ada baiknya untuk melakukan konseling pada dokter sebelum hamil lagi. Hal ini untuk menghindari terulangnya mola hidatidosa dan komplikasi lainnya pada kehamilan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>