Jenis Obat Penenang serta Dampaknya Bagi Kesehatan

obat penenang

Dokter umumnya memberikan resep obat penenang kepada orang yang mengalami gangguan kecemasan atau kesulitan tidur. Tentu saja obat tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Sayangnya, cukup banyak orang yang justru malah menyalahgunakan obat penenang sebab efeknya dianggap mampu menghilangkan persoalan.

Nah, mari kita tengok sebetulnya bagaimana cara kerja obat penenang!

Komunikasi antar sel otak dijembatani oleh suatu zat yang disebut dengan neurotransmitter. Ketika seseorang mengonsumsi obat penenang, komunikasi saraf di dalam otak akan diubah. Obat penenang tersebut merangsang diproduksinya neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA).

Adanya GABA tersebut akan memperlambat aktivitas otak. Itulah sebabnya, orang menjadi rileks dan mengantuk setelah meminum obat penenang. Tapi, ingat ada dampak kesehatan yang mengintai lho, bila digunakan di luar pengawasan dokter.

Mengenal jenis obat penenang

Jenis obat penenang yang umum digunakan adalah golongan benzodiazepin dan barbiturat. Terdapat perbedaan tujuan penggunaan antara kedua jenis obat tersebut.

Stres akut, serangan panik, gangguan kecemasan biasanya diatasi dengan benzodiazepin. Dokter juga kadang memberikan benzodiazepin untuk mengatasi gangguan tidur dalam jangka waktu singkat.

Sedang barbiturat biasanya diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, kecemasan, serta ketegangan.

Di samping kedua golongan obat tersebut, masih ada golongan hypnotics yang hanya diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, serta opioid atau narkotika yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang tidak tertahankan.

Terlepas dari manfaatnya, jenis obat penenang sangat rentan disalahgunakan. Maka dari itu, penjualan obat ini diatur secara ketat di dalam undang-undang serta hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Dampak buruk obat penenang

Dampak buruk yang paling jelas dari penggunaan obat penenang yang tidak tepat adalah timbulnya ketergantungan atau adiksi. Namun, di luar adiksi pun ada banyak sekali efek sampingnya bagi kesehatan.

Karena obat penenang bekerja dengan cara memperlambat aktivitas otak, maka beberapa efek samping mungkin timbul, seperti gerak reflek melambat, pernapasan melambat, kesulitan fokus dalam berpikir, penglihatan mengabur, sulit berbicara atau bicara jadi lebih lambat, pusing, dan lain sebagainya.

Efek samping tersebut terjadi pada penggunaan jangka pendek. Jika digunakan dalam jangka waktu panjang, efek samping yang ditimbulkan dapat lebih intens dan berbahaya, antara lain mengalami gangguan mental, mengalami gejala depresi, amnesia, serta gangguan organ hati. Dan yang tidak terelakkan, tentu saja menimbulkan ketergantungan.

Tanda seseorang telah mengalami ketergantungan obat penenang, jika penggunaannya sudah tidak sesuai anjuran dokter. Obat penenang mulai digunakan dalam jumlah berlebih serta terus merasa membutuhkan dosis yang lebih tinggi.

Menariknya, bila dikonsumsi pada dosis yang dianjurkan, obat penenang dapat membuat orang rileks dan mengantuk, tapi pada kasus ketergantungan, penderitanya justru menjadi sulit tidur.

Selain itu, orang yang sudah ketergantungan obat penenang, biasanya menjadi mudah kesal dan kecemasannya meningkat. Gejala lain juga mungkin timbul, seperti mual, muntah, kejang, hingga hilang kesadaran.

Pada titik tertentu, dapat muncul kelelahan ekstrim. Disertai dengan mengecilnya pupil mata, melambatnya pernapasan, serta melambatnya detak jantung. Kondisi tersebut menandakan orang tersebut telah mengalami overdosis.

Apabila Anda melihat kerabat atau keluarga yang mengalami hal tersebut, segeralah bawa ke rumah sakit agar segara mendapat penanganan medis.

Meski memberikan manfaat, bahaya di balik penggunaan obat penenang juga tidak main-main. Maka, sebaiknya hanya gunakan obat penenang sesuai anjuran dan jangan mencoba menggunakannya di luar pengawasan dokter.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>