Ini Penjelasan Tes Demam Berdarah NS1

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang mematikan di Indonesia, tentunya hal ini sangat perlu diwaspadai. Untuk mengetahui seseorang terkena penyakit demam berdarah, terdapat beberapa tes yang bisa dilakukan, salah satunya tes demam berdarah NS1. Dimana proses yang dilakukan untuk tes ini menggunakan protein yang disebut dengan nama NS1.

Yang dimaksud dengan NS1 merupakan sejenis protein yang terdapat di dalam virus dengue, protein ini akan muncul ketika infeksi terjadi. Virus akan mengeluarkan protein yang nantinya masuk ke dalam darah, nantinya pada saat pasien dinyatakan positif demam berdarah, protein ini akan terbaca di dalam darah pasien.

Tes Demam Berdarah NS1

Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit berbahaya dan bisa berakibat fatal pada seseorang yang terjangkit. Diperlukan pemeriksaan laboratorium yang tepat untuk bisa dilakukan proses pemeriksaan secara cepat guna menunjang diagnosis. Hal ini ditujukan agar bisa dengan segera diambil langkah tindak lanjut terhadap pasien.

Untuk mendapatkan diagnosis secara akurat, cepat, tepat dan efisien terhadap penyakit demam berdarah serta munculnya deteksi dini terhadap virus dengue yakni dengan melakukan tes antigen NS1 dengue. Keunggulan pemeriksaan ini bisa memastikan seseorang terjangkit demam berdarah dengan cepat.

Tes antigen NS1 bisa juga disebut dengan protein nonstruktural 1 merupakan tes yang diperuntukkan diagnosis infeksi virus dengue. Merupakan tes diagnosis yang bisa mendeteksi sangat cepat di hari pertama demam atau juga pada saat munculnya antibodi pada lima hari atau lebih dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, metode yang dipakai adalah tes immunosorbent enzim-linked.

Dalam ilmu kedokteran modern, NS1 bisa dikatakan sebagai modalitas terapi yang sangat membantu penegakan diagnosis terhadap infeksi virus dengue yang muncul dalam waktu empat hari pertama ketika pasien mulai mengalami demam. Penggunaan tes ini dilakukan karena keuntungan yang diberikan ketimbang metode lain.

Keuntungan pasien yang menggunakan tes ini adalah mengetahui adanya infeksi dengue yang menginfeksi pada penderita di awal masa demam, tanpa harus menunggu muncul atau terbentuknya antibodi tubuh. Dengan ini, pasien dapat langsung melakukan terapi suportif, dokter juga bisa melakukan pemantauan terhadap pasien.

Selain itu, dengan perawatan yang diberikan maka pasien bisa mengurangi risiko komplikasi atau disebut dengan dengue shock syndrome. Mengingat risiko komplikasi ini bisa berdampak fatal bagi para penderita, bahkan hingga menyebabkan kematian pada seorang pasien. Hal inilah yang membuat pemeriksaan NS1 penting digunakan.

World Health Organization (WHO) telah memperkirakan sekitar 50 hingga 100 juta kasus infeksi virus ini terjadi di setiap tahunnya. Kondisi ini terjadi baik di daerah tropik dan subtropik, setidaknya terdapat 24 ribu nyawa melayang setiap tahunnya karena penyakit ini. Termasuk di Indonesia, penyakit demam berdarah merupakan masalah utama kesehatan.

Dengan adanya pemeriksaan cepat guna diagnosis dengan menggunakan tes demam berdarah NS1, diharapkan adanya penurunan jumlah kasus dan korban meninggal. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini memang sangat mirip dengan beberapa jenis penyakit demam lainnya, namun hal inilah yang membuat diagnosis penyakit harus memperoleh yang sangat akurat.

Diagnosa demam berdarah dilakukan dengan cara anamnesis penderita, kemudian pemeriksaan fisik yang kemudian dipertegas dengan pemeriksaan laboratorium. Peranan pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam memberikan diagnosis DBD, dalam hal ini tes NS1 merupakan pemeriksaan laboratorium dengan akurasi dan presisi yang tinggi.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>