Ciri-Ciri Bayi Buta Ini Penting Dikenali Sejak Dini

Lahirnya si Kecil ke dunia adalah anugerah yang luar biasa untuk setiap orang tua. Namun, ada saja suatu kondisi kesehatan tertentu yang tidak terlihat langsung saat lahiran, seperti buta pada bayi. Begitu lahir, mata si Kecil mungkin terlihat normal seperti biasa, tetapi bisa jadi tidak dapat melihat. Nah, seperti apa sih ciri-ciri bayi buta? Yuk, kenali di sini, semakin cepat terdeteksi, semakin cepat penanganan yang dapat diberikan untuk buah hati.

Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan menunjukkan adanya banyak hal yang dapat mengganggu penglihatan seseorang. Penglihatan terganggu ini mulai dari daya penglihatan yang sangat rendah, tidak dapat melihat warna tertentu, hingga tidak ada penglihatan atau buta. Usia berapapun bisa mengalami masalah penglihatan, meskipun sebagian besar terjadi saat anak-anak, bahkan hingga seumur hidup mereka. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan penglihatan bisa terjadi dalam waktu singkat maupun dapat memburuk dari waktu ke waktu.

Low vision (penglihatan rendah)

Low vision atau penglihatan rendah terjadi ketika anak Anda tidak dapat melihat semua hal yang seharusnya bisa dilihat untuk anak-anak seusianya. Anak Anda mungkin saja memiliki penglihatan rendah atau tidak ada, penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan samping. Bisa pula, matanya mungkin tidak dapat melihat beberapa warna, yang disebut juga dengan buta warna.

Kebutaan dan penyebabnya

Seorang anak dianggap buta apabila tidak dapat melihat pada jarak 6 meter dari objek yang dapat dilihat oleh anak dengan penglihatan normal pada jarak 60 meter, atau jika bidang penglihatannya memiliki diameter kurang dari 20 derajat (orang dengan penglihatan normal dapat melihat hingga 180 derajat).

Anak Anda mungkin saja telah mengalami gangguan penglihatan saat lahir. Hal ini bisa terjadi akibat dari penyakit, cedera, atau kondisi medis tertentu. Adapun penyebab paling umum dari gangguan penglihatan pada bayi adalah:

  • Gangguan neurologis yang mempengaruhi bagian otak yang mengontrol penglihatan.
  • Faktor genetik, seperti albinisme dan retinitis pigmentosa.
  • Penyakit yang terjadi pada bayi lahir prematur atau bayi dengan masalah tertentu selama kelahirannya.
  • Penyakit mata, seperti glaukoma pediatrik, katarak, dan kanker seperti retinoblastoma.
  • Terinfeksi virus tertentu selama kehamilan, misalnya rubella, cytomegalovirus, infeksi menular seksual, atau toksoplasmosis.
  • Masalah struktural pada mata, misalnya microphthalmia atau anophthalmia.
  • Kerusakan atau cedera pada mata atau saraf yang berhubungan dengan pusat penglihatan dengan otak.

Ciri-ciri bayi buta yang penting dikenali sejak dini

Bayi dengan kondisi buta mungkin saja memiliki mata yang terlihat normal, sehingga Anda tidak bisa mengenalinya sejak awal. Kebanyakan bayi mulai fokus pada wajah dan objek pada usia 4 – 5 minggu. Sekitar usia 6 – 8 minggu, bayi akan mulai tersenyum pada wajah dan hal-hal yang dapat mereka lihat. Namun, jika bayi Anda memiliki gangguan penglihatan atau buta, Anda mungkin tidak dapat melihat bayi bisa melakukan hal ini. Ini adalah ciri-ciri bayi buta yang paling utama.

Ciri-ciri bayi buta lainnya yang mungkin dapat membantu Anda mengenali dengan cepat adalah:

  • Mata bergerak secara cepat dari sisi ke sisi (nystagmus), lalu tersentak atau berkelana secara acak.
  • Mata bayi tidak mengikuti wajah Anda atau objek yang ada di hadapannya, atau tidak terlihat melakukan kontak mata.
  • Mata tidak bereaksi pada cahaya terang yang dinyalakan di dalam ruangan.
  • Pupil mata bayi tampak putih atau keruh, bukan hitam.
  • Pandangan mata tidak tampak lurus, tetapi mengarah ke hidung atau mengarah ke luar. Kondisi ini sering disebut juga sebagai mata juling.

Ciri-ciri anak yang memiliki gangguan penglihatan

Terkadang, orang tua tidak mengenali lebih cepat bayi mengalami gangguan penglihatan, sehingga saat memasuki usia anak-anak baru menyadari ada yang salah dengan penglihatannya.  Ciri-ciri anak yang memiliki gangguan penglihatan adalah:

  • Memegang sesuatu dekat ke wajahnya, yang bisa saja benda tersebut berbahaya.
  • Sering menggosok matanya dan cepat lelah.
  • Putar atau miringkan kepalanya atau tutup salah satu matanya saat melihat sesuatu dari dekat.
  • Lelah setelah melihat sesuatu dari dekat, misalnya ketika sedang membaca, menggambar, atau bermain game genggam.
  • Kondisi anak lebih baik di siang hari daripada di malam hari.
  • Terlihat memalingkan mata atau juling.
  • Tampak kikuk, sehingga dia bisa saja menjatuhkan barang atau sering tersandung.

Setelah Anda mengetahui ciri-ciri bayi buta ini, cobalah lihat apakah si Kecil mengalami tanda-tanda yang sama. Jika ternyata mengalami hal yang sama, maka segeralah kunjungi dokter umum atau dokter anak untuk memeriksakan dan mengobati mata anak Anda.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>