Category Penyakit

Fakta Pahit Kehamilan Ektopik; Gugurkan demi Selamatkan Nyawa

Normalnya, telur yang telah dibuahi oleh sperma akan bergerak menuju ke rongga utama uterus (rahim) untuk nantinya melekat dan tumbuh menjadi janin di sana. Akan tetapi, ada kondisi tertentu yang membuatnya tak mampu tiba di rahim. Kondisi itulah yang dikenal dengan kehamilan ektopik.

Biasanya, kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi, meski tak menutup kemungkinan dapat terjadi di tempat lain, seperti di ovarium atau di leher rahim atau serviks. Kondisi ini amat membahayakan nyawa. Pasalnya, kehamilan yang tidak sesuai pada tempatnya berpotensi merusak sistem reproduksi wanita.

Selain membahayakan ibu, kehamilan ektopik juga tak bisa diselamatkan. Hal itu lantaran telur yang terbuahi tak akan mampu berkembang dengan baik jika tidak pada tempat yang semestinya.

Artinya, kehamilan ektopik ini memang harus berakhir dengan “pengangkatan” demi kebaikan kondisi si ibu. Proses pengguguran atau pengangkatan ini akan memengaruhi nasib ibu selanjutnya. Jika dilakukan sesegera mungkin setelah diketahui, kemungkinan ibu untuk selamat dan dapat mengandung di masa yang akan datang semakin besar.

Begitupun sebaliknya, jika terlambat dan proses penggugurannya tidak sempurna, ada banyak bahaya yang mengintai si ibu. Salah satunya adalah pendarahan hebat hingga kematian.

Sampai saat ini, dunia medis memiliki dua metode untuk menggugurkan kehamilan ektopik. Keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Risiko yang dihadapinya pun berbeda. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai metode menggugurkan kehamilan ektopik, berikut uraiannya:

  1. Penggunaan Obat-Obatan

Beberapa obat, seperti methotrexate, terbukti efektif untuk menggugurkan kehamilan ektopik awal atau ketika embrio masih berukuran kecil dan kadar beta-HCG rendah. Obat ini akan menghentikan pertumbuhan sel embrio.

Obat ini akan dimasukkan ke dalam tubuh ibu melalui proses penyuntikan. Penyuntikan dapat dilakukan bila tidak ada kerusakan pada tuba falopi. Kelebihan metode ini adalah melindungi tuba falopi Anda dan memberi kesempatan yang lebih baik untuk kehamilan selanjutnya.

Namun, obat tersebut memiliki beberapa efek samping seperti mual, muntah, pusing, diare, dan stomatitis (radang pada mulut dan bibir seperti sariawan). Kebanyakan wanita mengalami gejala ini beberapa hari setelah proses penyuntikan.

Saat ini, metode penyuntikan telah banya berkembang. Jika dahulu pasien yang memilih menggugurkan kehamilan ektopik dengan metode obat-obatan harus menjalani rawat inap untuk mendapatkan serangkaian suntikan. Sekarang prosedur ini bisa dilakukan sambil rawat jalan. Meski dengan catatan bahwa dokter tetap akan memantau kadar hCG Anda secara ketat selama beberapa minggu untuk memastikan bahwa angkanya telah kembali ke nol.

Satu suntukan saja sebenarnya sudah mampu untuk meluruhkan sel-sel, tetapi jika kadar hCG tidak turun seperti seharusnya

  • Pembedahan atau Operasi

Jika terapi suntikan methotrexate tidak berhasil, operasi adalah langkah pamungkas. Cara ini juga menjadi satu-satunya jalan bagi ibu yang memiliki kadar hCG tinggi, gejala berat, atau yang kondisi tuba falopinya telah pecah atau rusak.

Ada dua alternatif cara dalam metode pembedahan operasi atau pembedahan ini. Mereka adalah laparskopi dan lapartomi. Perbedaan terbesar dari keduanya adalah panjang sayatan. Pada laparotomi, sayatan vertikal pada linea alba (midline) dibuat untuk menjangkau rongga perut. Sedangkan pada laparoskopi, dokter membuat beberapa sayatan kecil untuk memasukkan berbagai alat bedah.

Operasi laparskopi lebih banyak dipilih oleh ahli bedah karena telah terbukti dalam banyak studi bahwa metode ini mengurangi kehilangan darah dan adhesi serta mempercepat pemulihan.

Namun, bila tuba falopi Anda pecah atau telah rusak parah disertai pendarahan hebat, Anda mungkin memerlukan operasi darurat, inilah yang disebut dengan laparotomi. Laparotomi juga dapat dilakukan bagi pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk laparoskopi. Misalnya, pasien yang pernah menjalani bedah panggul dan diperkirakan memiliki adhesi tebal.

Pada lapartomi, setelah rongga perut dibuka, kehamilan ektopik akan dicari dan tuba falopi dilepaskan dari struktur sekitarnya. Lalu, dokter bedah dapat melakukan salpingostomi atau salpingektomi.

Pada salpingostomi, dokter bedah hanya akan mengangkat embrio. Sayatan dibuat di atas kandungan, bagian perut yang biasanya menonjol. Kemudian, jaringan ektopik diambil dan dilakukan irigasi untuk membersihkan tuba falopi dari sisa jaringan ektopik. Tuba falopi dapat dibiarkan tetap terbuka atau diperbaiki.

Sedangkan salpingektomi dilakukan dengan mengangkat suatu bagian atau seluruh bagian tuba falopi. Prosedur ini perlu dilakukan jika pasien pernah mengalami kehamilan ektopik di sisi yang sama, kerusakan parah tuba falopi, dan pendarahan berat. Prosedur ini juga dapat dilakukan pada pasien yang sudah tidak ingin hamil lagi. Pada salpingektomi, tuba falopi dijepit dan arteri tubo ovarium diikat. Mesosalping dijepit dan dipotong, dan tuba falopi dengan jaringan ektopik dipindah dan diangkat. Pada kasus tertentu, dapat dilakukan salpingektomi parsial, yaitu hanya mengangkat bagian tuba falopi yang rusak dan jaringan yang sehat disambungkan kembali.

***

Pasien yang menjalani pengguguran kehamilan ektopik laparoskopi biasanya hanya merasakan sedikit nyeri. Kebanyakan pasien dapat langsung pulih dan biasanya diperbolehkan pulang satu hari setelahnya. Sedangkan pasien yang menjalani laparotomi akan merasa lebih sakit, dan mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Nyeri pascabedah biasanya dapat diatasi dengan obat pereda nyeri.

Risiko utama dari pengguguran kehamilan ektopik adalah pendarahan. Penanganan yang paling efektif untuk kondisi ini adalah hemostasis yang baik saat pembedahan. Pasien dapat diberi obat tertentu untuk mengurangi pendarahan atau perlu dilakukan embolisasi oleh radiologis intervensional. Pasien yang mengalami pendarahan mungkin akan memerlukan transfusi darah.

Nah, kira-kira itulah alternatif pilihan bagi kehamilan ektopik yang nyatanya tak mungkin untuk dipertahankan. Untuk mengurangi risikonya, upayakan untuk langsung memeriksakan kandungan Anda sesegera mungkin setelah Anda positif hamil. Penanganan yang cepat dan tepat amat baik bagi kondisi kesehatan Anda, utamanya organ reproduksi, agar tetap dapat menjaga kemungkinan hamil di masa yang akan datang.

Read More

Mencegah Sakit pada Leher

Sakit leher bisa menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, serta mengganggu kenyamanan Anda untuk tidur nyenyak. Berdasarkan hasil penelitian pada 2010, lebih dari 17% wanita dan lebih dari 12% pria mengalami kekakuan atau sakit pada leher.

Leher Anda terdiri dari tulang belakang yang memanjang dari tengkorak ke tubuh bagian atas. Tulang, ligamen, dan otot leher Anda menopang kepala Anda dan memungkinkan untuk bergerak. Kelainan, peradangan, atau cedera apa pun dapat menyebabkan sakit leher atau kekakuan pada leher.

Sebenarnya Anda dapat mencegah terjadinya sakit leher dengan beberapa perubahan gaya hidup dan alat kerja yang ergonomis. Pencegahan tersebut juga dapat membantu Anda menghentikan beberapa kebiasaan buruk, seperti postur tubuh yang buruk. Selain itu, olahraga secara teratur dapat menguatkan otot-otot Anda dan mencegah leher tegang atau cedera.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sakit leher:

  1. Bantal baru

Dalam hal kenyamanan dan dukungan untuk leher pada saat Anda tidur, memiliki bantal yang tepat sangatlah penting. Gunakanlah bantal yang dapat menjaga tulang belakang leher Anda tetap lurus. Yang artinya, lekuk alami leher Anda ditopang dan dipertahankan.

  1. Menciptakan tempat kerja yang ergonomis

Banyak orang bekerja di meja komputer selama 8 jam setiap hari atau bahkan lebih. Hal ini dapat menyebabkan leher sakit dan juga penyakit lainnya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah leher kaku saat bekerja:

  • Sesuaikan kursi Anda ke posisi yang nyaman dengan kaki Anda rata di lantai dan lutut Anda sedikit lebih rendah dari pinggul Anda.
  • Gunakan postur ergonomis sambil duduk, dengan punggung lurus dan lengan setinggi meja.
  • Sesuaikan komputer Anda sehingga setinggi mata.
  • Gunakan keyboard dan mouse yang ergonomis.
  • Berdiri untuk meregangkan tubuh dan bergerak setiap jam.
  1. Menghindari ketegangan otot leher dari penggunaan ponsel

Bermain ponsel atau perangkat seluler Anda untuk jangka waktu yang lama akan membuat Anda merasa tegang. Seiring dengan berjalannya waktu, stres tambahan pada sendi, ligamen, dan cakram di leher Anda dapat menyebabkan perubahan degeneratif dini di leher Anda. 

Tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari sakit leher adalah:

  • Menaikkan ponsel atau perangkat seluler setinggi mata
  • Mengurangi waktu bermain ponsel
  • Meletakkan tangan dan perangkat di bantal
  • Beristirahat setiap jam
  1. Hindari mengemudi dalam waktu lama

Sama halnya seperti duduk sepanjang hari, duduk di belakang kemudi mobil dapat memengaruhi leher Anda. Jika Anda harus mengemudi dalam waktu lama, berikut beberapa tips untuk mencegah leher sakit:

  • Beristirahatlah untuk berdiri dan meregangkan tubuh.
  • Periksa postur Anda ketika mengemudi secara konsisten
  • Atur posisi duduk Anda pada posisi yang memberikan kenyamanan dan posisi yang baik.
  • Hindari bermain ponsel sambil mengemudi. Selain ilegal, berbahaya, hal ini juga buruk bagi leher Anda.
  1. Membawa beban yang rata bagi tubuh

Kesalahan umum yang dilakukan kebanyakan orang adalah membawa tas hanya di satu sisi tubuh. Beban yang tidak rata ini dapat menyebabkan bahu Anda menjadi tidak rata dan membuat otot-otot leher Anda tegang.

Pada umumnya, sakit leher tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika sakit leher Anda terjadi dengan gejala lain yang lebih serius, seperti nyeri secara terus menerus, lemas, atau mati rasa pada lengan atau kaki, segera kunjungi dokter Anda.

Read More

Cara Mengatasi Nyeri pada Kaki dan Telapak Kaki saat Hamil

Nyeri kaki dan telapak kaki merupakan hal yang umum dialami para ibu hamil. Dengan semua beban ekstra yang dirasakan, tak heran bila Anda pun akan melalui fase semacam ini selama kehamilan. Berikut ini ulasan lengkap mengenai penyebab serta hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi nyeri pada kaki dan telapak kaki!

Peningkatan Hormon secara Drastis

Edema atau bengkak terjadi karena jumlah hormon meningkat secara drastis. Pembengkakan umumnya tidak menyebabkan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan bila mengalami kondisi serius.

Hal yang harus diperhatikan adalah ketika terjadi pembengkakan pada tangan dan wajah. Apalagi jika kondisi tersebut disertai dengan pandangan kabur serta sakit kepala parah atau sakit terus menerus. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda preeklamsia, yaitu keadaan medis serius yang ditandai dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Cara Mencegah Kaki Bengkak selama Kehamilan

Seorang ahli penyakit kaki di Durham, North Carolina, Amerika Serikat, menawarkan beberapa alternatif untuk mencegah dan mengurangi pembengkakan kaki selama masa hamil:

  • Letakkan Kaki pada Posisi Tinggi Sesering Mungkn

Menaikkan kaki sekitar 6-12 inci di atas jantung akan membantu aliran darah bisa kembali ke jantung dan paru-paru. Anda pun bisa melakukannya selama 15-20 menit setiap hari.

  • Tidur Menyamping, Bukan Telentang

Tidur menyamping dapat mengurangi tekanan yang ada pada vena vaca. Ini merupakan vena terbesar yang bergerak menuju jantung. Bila Anda tidur telentang, tekanan akan memperlambat laju darah yang mengalir dari tubuh bagian bawah.

  • Konsumsi Banyak Air

Penelitian menunjukkan dehidrasi atau kekurangan cairan dapat memperburuk kondisi pembengkakan Anda.

  • Kontrol Berat Badan

Wanita dengan berat badan normal biasanya akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 11 hingga 15 kilogram selama masa hamil. Namun, penambahan berat badan yang berlebihan dapat memperburuk bengkak dan memicu berbagai masalah lain.

  • Latihan Rotasi

Untuk meningkatkan sirkulasi darah di pergelangan kaki, Anda bisa melakukan latihan rotasi

Latihan rotasi juga bisa meningkatkan sirkulasi darah Anda. Caranya, duduk dengan satu kaki terangkat. Kemudian putar pergelangan kaki Anda sebanyak sepuluh kali ke arah kanan lalu ke arah kiri. Anda bisa mengulangi ini sebanyak 10 kali selama latihan.

  • Kompres Pergelangan Kaki dengan Es

Dengan kaki terangkat, taruhlah es pada bagian dalam pergelangan kaki. Anda bisa melakukannya sekitar 15-20 menit setiap 30 menit-1 jam.

Kekurangan Kalsium dan Fosfat

Kram kaki juga merupakan hal yang tak bisa dilepaskan dari wanita hamil. Umumnya kontraksi otot yang menyakitkan ini terjadi pada area betis dan akan Anda alami ketika malam hari.

Penelitian juga menyebutkan kram kaki disebabkan oleh kurangnya kalsium dan fosfat. Untuk meredakannya, Anda bisa mengkonsumsi lebih banyak susu. Selain itu, Anda dapat menanyakannya kepada dokter kandungan mengenai suplemen yang memiliki banyak kandungan kalsium.

Pilih Sepatu yang Nyaman

Pertambahan berat badan menyebabkan pusat gravitasi Anda berubah. Anda membutuhkan alas kaki yang nyaman untuk menjaga keseimbangan. Jadi, pakailah flat shoes dengan bantalan yang nyaman. Hindari pemakaian high heels, yang membuat kaki pegal dan menambah risiko terpeleset.

Read More