Category Penyakit

Pengertian dan Gejala Penyakit Kawasaki

Merupakan sebuah jenis penyakit peradngan yang ditimbulkan karena komplikasi jangka panjang pada jantung disebut dengan penyakit kawasaki. Pada umumnya, penyakit ini dialami dan bahkan sering menyerang anak di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menyerang mulut, kulit dan kelenjar getah bening.

Anak yang menderita penyakit ini biasanya akan mengalami demam yang berlangsung selama lebih dari tiga hari. Biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit berwarna merah, ruam ini hampir muncul di seluruh bagian tubuh si bayi. Untuk bisa mencegah peradangan, diperlukan penanganan dengan segera ketika gejala begitu muncul.

Penyakit Kawasaki

Penyebab munculnya penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun gejala awalnya mirip dengan penyakit infeksi meski hal ini belum bisa dibuktikan bahwa kemungkinan penyakit ini muncul karena infeksi. Yang perlu diketahui adalah penyakit ini tidak menular dari satu orang ke orang lainnya dengan cara apa pun.

Dugaan lain munculnya penyakit ini adalah kelainan genetik yang bisa menjadi faktor penyebabnya, bisa dai orang tua. Namun, berdasarkan sebuah penelitian, penyakit ini lebih berisiko dan sangat rentan dialami anak di usia balita. Selain itu, penyakit ini juga rentan menyerang anak-anak balita berjenis kelamin laki-laki.

Gejala Penyakit

Tidak ada pemeriksaan khusus yang dilakukan dalam menentukan seorang anak terjangkit penyakit ini. Namun, penyakit ini muncul dalam tiga tahap dan akan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan. Adapun penjelasan mengenai tiga tahap munculnya penyakit ini adalah sebagai berikut.

  1. Tahap Pertama

Munculnya gejala penyakit ini dalam tahap pertama terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua, ketika memasuki tahap ini terdapat beberapa gejala yang akan muncul dan dialami oleh si anak, berikut beberapa gejala yang akan dialami oleh anak yang terjangkit penyakit ini.

  • Anak akan mengalami demam dan kondisi ini akan berlangsung selama lebih dari tiga hari dan bisa bertambah.
  • Bibir dan lidah anak akan tampak dan terasa kering lalu muncul warna kemerahan hingga pecah-pecah.
  • Munculnya ruam berwarna kemerahan yang terdapat di hampir seluruh bagian tubuh.
  • Pada telapak tangan dan kaki anak akan membengkak dan berwarna merah.
  • Mata si anak juga akan memerah tetapi tidak disertai dengan keluarnya cairan.
  • Munculnya benjolan di leher anak, ini diakibatkan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Tahap Kedua

Gejala yang akan muncul di tahap kedua penyakit ini pada umumnya terjadi di minggu kedua hingga minggu keempat. Sama seperti di tahap pertama, anak yang terjangkit penyakit ini akan mengalami beberapa kondisi, di antaranya adalah diare, muntah, sakit kepala, muntah, tubuh terasa lelah, merasa nyeri dan terjadi pembengkakan pada sendi.

Selain itu, kulit pada anak di bagian tangan dan kaki juga akan terkelupas, kemudian terdapat kulit dan bagian putih mata tampak menguning hingga terdapat nanah pada urine anak. Setelah tahap ini, gejala akan memasuki tahap ketiga yang terjadi pada minggu keempat hingga minggu keenam, ditandai dengan meredanya gejala.

Meski demikian, kondisi anak masih tetap lemas dan mudah merasa lelah, si anak butuh setidaknya waktu hingga delapan minggu hingga kondisi anak kembali normal. Penyakit kawasaki merupakan penyakit yang bisa menimbulkan kerusakan jantung permanen, hal inilah yang membuat para orang tua segera membawa anaknya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut setelah muncul gejala.

Read More

Orang-Orang yang Disarankan Lakukan Pemasangan Ring Jantung

Pemasangan ring jantung harus diikuti dengan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung di kemudian hari.

Sebagai salah satu kondisi medis dengan tingkat mortalitas yang tinggi, penyakit jantung selalu punya posisi khusus di dunia kedokteran. Penelitian dan pengembangan-pengembangan terkait penyakit ini selalu dilakukan. Tujuannya tidak lain untuk memberi harapan hidup yang tinggi kepada para pengidapnya. Salah satu metode medis yang paling umum dan sering dilakukan untuk mengatasi gangguan jantung adalah pemasangan ring jantung. Apa, sih, pemasangan ring jantung ini?

Pemasangan ring jantung atau angioplasti koroner adalah prosedur yang dilakukan dengan tujuan membuka pembuluh darah arteri yang mengalami penyumbatan. Tindakan medis ini umumnya dikombinasikan dengan pemasangan jaring kecil atau ring jantung yang disebut sebagai stent.

Pemasangan ring jantung dilakukan dengan menggunakan kateter kecil yang dilengkapi balon untuk nantinya dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang tersumbat atau buntu. Tujuannya untuk memperlebar pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar. Ring jantung dipasang supaya pembuluh darah arteri tetap terbuka, mencegah terjadinya penyempitan ulang, dan telah melapisinya dengan obat-obatan agar pembuluh darah arteri tetap terbuka.

  • Kelompok Orang yang Membutuhkan Pemasangan Ring Jantung

Pemasangan ring jantung digadang-gadang dapat menyelamatkan nyawa pasien yang punya kondisi tertentu, khususnya punya riwayat serangan jantung. Hal ini diungkapkan langsung oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A. Damay, “Kalau pasien punya riwayat serangan jantung jelas memerlukan pemasangan ring. Ini karena dapat menyelamatkan nyawa.”

Selain orang yang memiliki riwayat serangan jantung, stent atau ring jantung mungkin juga diperlukan oleh kelompok pasien tertentu, antara lain yang sering merasa sakit di bagian dadanya; pegal atau berat saat beraktivitas dan berkurang pegalnya saat istirahat; serta sesak pada pasien dengan kegagalan fungsi jantung (gagal jantung) atau lemah jantung.

Nah, pemasangan ring jantung ini bisa menurunkan risiko untuk terjadinya serangan jantung. “Selain itu, ring jantung untuk memperbaiki aliran darah ke otot jantung yang lemah dan mempertahankan fungsi jantung. Hal ini juga mengurangi keluhan yang ada, misal nyeri. Kualitas hidup pasien akan meningkat,” kata Vito, menambahkan.

  • Mekanisme Pemasangan Ring Jantung

Dalam pelaksanaannya, proses pemasangan ring jantung mula-mula diawali dengan menjalani pemeriksaan kateterisasi jantung. Kateterisasi jantung dilakukan dengan menggunakan pipa kecil yang dimasukkan ke pembuluh darah pada area pergelangan tangan atau lipat paha, hingga ke pangkal pembuluh darah koroner pada jantung.

Setelah kateter masuk, sebuah kabel penuntun kemudian dimasukkan untuk menuntun balon dan ring ke daerah yang bermasalah. Balon dalam keadaan kempis diletakkan di bagian luar kabel penuntun dan di lapisan terluar akan diletakkan ring atau stent.

Setelah berada di dalam, balon dikembangkan, sehingga ring juga ikut mengembang. Dengan demikian, rongga arteri yang sebelumnya tersumbat akibat penumpukan plak menjadi lebih lebar. Setelah ring terpasang, balon dikempiskan lagi dan dikeluarkan.

Adapun dalam prosedur atau teknis katerisasi membutuhkan waktu sekitar setengah jam, sedangkan pemasangan ring jantung membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.

“Itu tergantung dari sulitnya lokasi dan tipe penyempitan pembuluh darah koroner,” lanjut Vito.

Setelah ring jantung dipasang, pasien disarankan untuk banyak minum air putih. Untuk mengatasi rasa sakit pada luka bekas sayatan, dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Di samping itu, obat antikoagulan mungkin juga bisa diberikan untuk mencegah terbentuknya gumpalan atau bekuan darah.

Sepanjang masa pemulihan, pasien diminta untuk membatasi semua aktivitas fisik, termasuk menyetir kendaraan bermotor. Meski diperbolehkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dokter menganjurkan untuk melakukannya secara perlahan dan bertahap, setidaknya selama satu minggu setelah menjalani pembedahan.

Selain itu, selama masa pemulihan pasca-pemasangan ring jantung, dokter akan meresepkan obat untuk menjaga agar tidak terjadi penyempitan ulang di lokasi yang telah terpasang ring jantung. Pasien disarankan memperbanyak makanan sehat, seperti sayur dan buah serta rajin beraktivitas fisik.

Read More

Waspada Gejala Virus Corona

Pada awal tahun 2020, sebuah virus baru menjadi pokok perbincangan berita utama di seluruh dunia karena kecepatan penularannya yang begitu cepat. Berasal dari sebuah pasar di kota Wuhan, Cina, pada Desember 2019 silam, virus Corona menyebar hingga ke Amerika Serikat dan Filipina. Virus yang secara resmi diberi nama SARS-CoV-2 ini telah menyerang lebih dari 100 ribu jiwa dengan angka kematian mencapai lebih dari 5000 jiwa. Penyakit yang disebabkan karena sebuah infeksi SARS-CoV-2 disebut dengan nama COVID-19, yang mana merupakan kepanjangan dari coronavirus disease 19. Meskipun panik di seluruh dunia mulai tampak karean disebabkan oleh virus ini, risiko Anda tertular SARS-Cov-12 sangat kecil, kecuali Anda melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang positif menderita penyakit tersebut.

Penyebab COVID-19

Virus Corona adalah sebuah virus zoonosis, dalam arti virus ini pertama kali berkembang pada hewan sebelum akhirnya menular ke manusia. Agar virus dapat menular lewat hewan ke manusia, seseorang harus melakukan kontak langsung dengan hewan yang membawa infeksi tersebut. Ketika virus mulai berkembang di tubuh manusia, virus Corona dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetasan pernapasan atau droplet (zat basah yang bergerak di udara ketika Anda batuk atau bersin). Virus dapat menempel pada droplet tersebut dan dapat dihirup oleh orang lain melalui saluran pernapasan (batang tenggorokan dan paru-paru), tempat di mana virus dapat mulai menyebabkan infeksi. Meskipun, virus Corona tahun 2019 ini belum dihubungkan dengan hewan spesifik tertentu, para penliti percaya bahwa virus awalnya ditularkan lewat kelelawar ke hewan lain seperti ular dan kemudian ditularkan ke manusia. Penularan ini kemungkinan besar terjadi di pasar makanan di kota Wuhan, Cina.

Gejala COVID-19 yang wajib diwaspadai

Para dokter dan tenaga medis lain terus menemukan dan belajar hal-hal baru terkait virus ini setiap harinya. Sejauh ini, COVID-19 tidak langsung memberikan gejala apapun saat seseorang terjangkit virus. Anda dapat membawa virus selama 2 hari hingga 14 hari sebelum memperhatikan ada tanda-tanda gejala penyakit. Gejala yang paling umum ditemukan dan dihubungkan dengan virus Corona termasuk sesak nafas, batuk yang semakin parah, demam yang secara perlahan akan naik suhunya. Hingga saat ini, gejala-gejala lengkapnya masih terus diinvestigasi.

Virus corona 2019 lebih mematikan jika dibandingkan dengan flu musiman. Di Amerika Serikat sendiri, sekitar 0.06 hingga 0.1 persen orang-orang yang terkena penyakit flu musiman selama 2019 hingga 2020 (tepatnya di bulan Februari) meninggal, berbeda jauh dibandingkan dengan angka 3 persen kematian dari kasus COVID-19 di Amerika. Flu musiman juga memiliki gejala yang berbeda dengan penyakit Corona. Gejala-gejala tersebut misalnya batuk, hidung tersumbat atau meler, bersin, tenggorokan yang radang, demam, sakit kepala, kelelahan, menggigil, dan sakit di seluruh tubuh.

Siapa saja yang memiliki risiko tinggi penyakit ini?

Anda akan memiliki risiko yang tinggi terkena SARS-CoV-12 apabila Anda melakukan kontak langsung dengan orang yang membawa virus corona tersebut, terutama apabila ada paparan dengan air liur atau Anda berada di dekat mereka ketika mereka bersin dan batuk. Selain itu, orang tua sangat rentan menderita penyakit ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Januari silam menyatakan bahwa rata-rata usia yang terkena virus ini adalah 45 tahun ke atas dengan 2/3 kasus ditemukan pada pria.

Read More

Fakta Pahit Kehamilan Ektopik; Gugurkan demi Selamatkan Nyawa

Normalnya, telur yang telah dibuahi oleh sperma akan bergerak menuju ke rongga utama uterus (rahim) untuk nantinya melekat dan tumbuh menjadi janin di sana. Akan tetapi, ada kondisi tertentu yang membuatnya tak mampu tiba di rahim. Kondisi itulah yang dikenal dengan kehamilan ektopik.

Biasanya, kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi, meski tak menutup kemungkinan dapat terjadi di tempat lain, seperti di ovarium atau di leher rahim atau serviks. Kondisi ini amat membahayakan nyawa. Pasalnya, kehamilan yang tidak sesuai pada tempatnya berpotensi merusak sistem reproduksi wanita.

Selain membahayakan ibu, kehamilan ektopik juga tak bisa diselamatkan. Hal itu lantaran telur yang terbuahi tak akan mampu berkembang dengan baik jika tidak pada tempat yang semestinya.

Artinya, kehamilan ektopik ini memang harus berakhir dengan “pengangkatan” demi kebaikan kondisi si ibu. Proses pengguguran atau pengangkatan ini akan memengaruhi nasib ibu selanjutnya. Jika dilakukan sesegera mungkin setelah diketahui, kemungkinan ibu untuk selamat dan dapat mengandung di masa yang akan datang semakin besar.

Begitupun sebaliknya, jika terlambat dan proses penggugurannya tidak sempurna, ada banyak bahaya yang mengintai si ibu. Salah satunya adalah pendarahan hebat hingga kematian.

Sampai saat ini, dunia medis memiliki dua metode untuk menggugurkan kehamilan ektopik. Keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Risiko yang dihadapinya pun berbeda. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai metode menggugurkan kehamilan ektopik, berikut uraiannya:

  1. Penggunaan Obat-Obatan

Beberapa obat, seperti methotrexate, terbukti efektif untuk menggugurkan kehamilan ektopik awal atau ketika embrio masih berukuran kecil dan kadar beta-HCG rendah. Obat ini akan menghentikan pertumbuhan sel embrio.

Obat ini akan dimasukkan ke dalam tubuh ibu melalui proses penyuntikan. Penyuntikan dapat dilakukan bila tidak ada kerusakan pada tuba falopi. Kelebihan metode ini adalah melindungi tuba falopi Anda dan memberi kesempatan yang lebih baik untuk kehamilan selanjutnya.

Namun, obat tersebut memiliki beberapa efek samping seperti mual, muntah, pusing, diare, dan stomatitis (radang pada mulut dan bibir seperti sariawan). Kebanyakan wanita mengalami gejala ini beberapa hari setelah proses penyuntikan.

Saat ini, metode penyuntikan telah banya berkembang. Jika dahulu pasien yang memilih menggugurkan kehamilan ektopik dengan metode obat-obatan harus menjalani rawat inap untuk mendapatkan serangkaian suntikan. Sekarang prosedur ini bisa dilakukan sambil rawat jalan. Meski dengan catatan bahwa dokter tetap akan memantau kadar hCG Anda secara ketat selama beberapa minggu untuk memastikan bahwa angkanya telah kembali ke nol.

Satu suntukan saja sebenarnya sudah mampu untuk meluruhkan sel-sel, tetapi jika kadar hCG tidak turun seperti seharusnya

  • Pembedahan atau Operasi

Jika terapi suntikan methotrexate tidak berhasil, operasi adalah langkah pamungkas. Cara ini juga menjadi satu-satunya jalan bagi ibu yang memiliki kadar hCG tinggi, gejala berat, atau yang kondisi tuba falopinya telah pecah atau rusak.

Ada dua alternatif cara dalam metode pembedahan operasi atau pembedahan ini. Mereka adalah laparskopi dan lapartomi. Perbedaan terbesar dari keduanya adalah panjang sayatan. Pada laparotomi, sayatan vertikal pada linea alba (midline) dibuat untuk menjangkau rongga perut. Sedangkan pada laparoskopi, dokter membuat beberapa sayatan kecil untuk memasukkan berbagai alat bedah.

Operasi laparskopi lebih banyak dipilih oleh ahli bedah karena telah terbukti dalam banyak studi bahwa metode ini mengurangi kehilangan darah dan adhesi serta mempercepat pemulihan.

Namun, bila tuba falopi Anda pecah atau telah rusak parah disertai pendarahan hebat, Anda mungkin memerlukan operasi darurat, inilah yang disebut dengan laparotomi. Laparotomi juga dapat dilakukan bagi pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk laparoskopi. Misalnya, pasien yang pernah menjalani bedah panggul dan diperkirakan memiliki adhesi tebal.

Pada lapartomi, setelah rongga perut dibuka, kehamilan ektopik akan dicari dan tuba falopi dilepaskan dari struktur sekitarnya. Lalu, dokter bedah dapat melakukan salpingostomi atau salpingektomi.

Pada salpingostomi, dokter bedah hanya akan mengangkat embrio. Sayatan dibuat di atas kandungan, bagian perut yang biasanya menonjol. Kemudian, jaringan ektopik diambil dan dilakukan irigasi untuk membersihkan tuba falopi dari sisa jaringan ektopik. Tuba falopi dapat dibiarkan tetap terbuka atau diperbaiki.

Sedangkan salpingektomi dilakukan dengan mengangkat suatu bagian atau seluruh bagian tuba falopi. Prosedur ini perlu dilakukan jika pasien pernah mengalami kehamilan ektopik di sisi yang sama, kerusakan parah tuba falopi, dan pendarahan berat. Prosedur ini juga dapat dilakukan pada pasien yang sudah tidak ingin hamil lagi. Pada salpingektomi, tuba falopi dijepit dan arteri tubo ovarium diikat. Mesosalping dijepit dan dipotong, dan tuba falopi dengan jaringan ektopik dipindah dan diangkat. Pada kasus tertentu, dapat dilakukan salpingektomi parsial, yaitu hanya mengangkat bagian tuba falopi yang rusak dan jaringan yang sehat disambungkan kembali.

***

Pasien yang menjalani pengguguran kehamilan ektopik laparoskopi biasanya hanya merasakan sedikit nyeri. Kebanyakan pasien dapat langsung pulih dan biasanya diperbolehkan pulang satu hari setelahnya. Sedangkan pasien yang menjalani laparotomi akan merasa lebih sakit, dan mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Nyeri pascabedah biasanya dapat diatasi dengan obat pereda nyeri.

Risiko utama dari pengguguran kehamilan ektopik adalah pendarahan. Penanganan yang paling efektif untuk kondisi ini adalah hemostasis yang baik saat pembedahan. Pasien dapat diberi obat tertentu untuk mengurangi pendarahan atau perlu dilakukan embolisasi oleh radiologis intervensional. Pasien yang mengalami pendarahan mungkin akan memerlukan transfusi darah.

Nah, kira-kira itulah alternatif pilihan bagi kehamilan ektopik yang nyatanya tak mungkin untuk dipertahankan. Untuk mengurangi risikonya, upayakan untuk langsung memeriksakan kandungan Anda sesegera mungkin setelah Anda positif hamil. Penanganan yang cepat dan tepat amat baik bagi kondisi kesehatan Anda, utamanya organ reproduksi, agar tetap dapat menjaga kemungkinan hamil di masa yang akan datang.

Read More

Mencegah Sakit pada Leher

Sakit leher bisa menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, serta mengganggu kenyamanan Anda untuk tidur nyenyak. Berdasarkan hasil penelitian pada 2010, lebih dari 17% wanita dan lebih dari 12% pria mengalami kekakuan atau sakit pada leher.

Leher Anda terdiri dari tulang belakang yang memanjang dari tengkorak ke tubuh bagian atas. Tulang, ligamen, dan otot leher Anda menopang kepala Anda dan memungkinkan untuk bergerak. Kelainan, peradangan, atau cedera apa pun dapat menyebabkan sakit leher atau kekakuan pada leher.

Sebenarnya Anda dapat mencegah terjadinya sakit leher dengan beberapa perubahan gaya hidup dan alat kerja yang ergonomis. Pencegahan tersebut juga dapat membantu Anda menghentikan beberapa kebiasaan buruk, seperti postur tubuh yang buruk. Selain itu, olahraga secara teratur dapat menguatkan otot-otot Anda dan mencegah leher tegang atau cedera.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sakit leher:

  1. Bantal baru

Dalam hal kenyamanan dan dukungan untuk leher pada saat Anda tidur, memiliki bantal yang tepat sangatlah penting. Gunakanlah bantal yang dapat menjaga tulang belakang leher Anda tetap lurus. Yang artinya, lekuk alami leher Anda ditopang dan dipertahankan.

  1. Menciptakan tempat kerja yang ergonomis

Banyak orang bekerja di meja komputer selama 8 jam setiap hari atau bahkan lebih. Hal ini dapat menyebabkan leher sakit dan juga penyakit lainnya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah leher kaku saat bekerja:

  • Sesuaikan kursi Anda ke posisi yang nyaman dengan kaki Anda rata di lantai dan lutut Anda sedikit lebih rendah dari pinggul Anda.
  • Gunakan postur ergonomis sambil duduk, dengan punggung lurus dan lengan setinggi meja.
  • Sesuaikan komputer Anda sehingga setinggi mata.
  • Gunakan keyboard dan mouse yang ergonomis.
  • Berdiri untuk meregangkan tubuh dan bergerak setiap jam.
  1. Menghindari ketegangan otot leher dari penggunaan ponsel

Bermain ponsel atau perangkat seluler Anda untuk jangka waktu yang lama akan membuat Anda merasa tegang. Seiring dengan berjalannya waktu, stres tambahan pada sendi, ligamen, dan cakram di leher Anda dapat menyebabkan perubahan degeneratif dini di leher Anda. 

Tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari sakit leher adalah:

  • Menaikkan ponsel atau perangkat seluler setinggi mata
  • Mengurangi waktu bermain ponsel
  • Meletakkan tangan dan perangkat di bantal
  • Beristirahat setiap jam
  1. Hindari mengemudi dalam waktu lama

Sama halnya seperti duduk sepanjang hari, duduk di belakang kemudi mobil dapat memengaruhi leher Anda. Jika Anda harus mengemudi dalam waktu lama, berikut beberapa tips untuk mencegah leher sakit:

  • Beristirahatlah untuk berdiri dan meregangkan tubuh.
  • Periksa postur Anda ketika mengemudi secara konsisten
  • Atur posisi duduk Anda pada posisi yang memberikan kenyamanan dan posisi yang baik.
  • Hindari bermain ponsel sambil mengemudi. Selain ilegal, berbahaya, hal ini juga buruk bagi leher Anda.
  1. Membawa beban yang rata bagi tubuh

Kesalahan umum yang dilakukan kebanyakan orang adalah membawa tas hanya di satu sisi tubuh. Beban yang tidak rata ini dapat menyebabkan bahu Anda menjadi tidak rata dan membuat otot-otot leher Anda tegang.

Pada umumnya, sakit leher tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika sakit leher Anda terjadi dengan gejala lain yang lebih serius, seperti nyeri secara terus menerus, lemas, atau mati rasa pada lengan atau kaki, segera kunjungi dokter Anda.

Read More

Cara Mengatasi Nyeri pada Kaki dan Telapak Kaki saat Hamil

Nyeri kaki dan telapak kaki merupakan hal yang umum dialami para ibu hamil. Dengan semua beban ekstra yang dirasakan, tak heran bila Anda pun akan melalui fase semacam ini selama kehamilan. Berikut ini ulasan lengkap mengenai penyebab serta hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi nyeri pada kaki dan telapak kaki!

Peningkatan Hormon secara Drastis

Edema atau bengkak terjadi karena jumlah hormon meningkat secara drastis. Pembengkakan umumnya tidak menyebabkan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan bila mengalami kondisi serius.

Hal yang harus diperhatikan adalah ketika terjadi pembengkakan pada tangan dan wajah. Apalagi jika kondisi tersebut disertai dengan pandangan kabur serta sakit kepala parah atau sakit terus menerus. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda preeklamsia, yaitu keadaan medis serius yang ditandai dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Cara Mencegah Kaki Bengkak selama Kehamilan

Seorang ahli penyakit kaki di Durham, North Carolina, Amerika Serikat, menawarkan beberapa alternatif untuk mencegah dan mengurangi pembengkakan kaki selama masa hamil:

  • Letakkan Kaki pada Posisi Tinggi Sesering Mungkn

Menaikkan kaki sekitar 6-12 inci di atas jantung akan membantu aliran darah bisa kembali ke jantung dan paru-paru. Anda pun bisa melakukannya selama 15-20 menit setiap hari.

  • Tidur Menyamping, Bukan Telentang

Tidur menyamping dapat mengurangi tekanan yang ada pada vena vaca. Ini merupakan vena terbesar yang bergerak menuju jantung. Bila Anda tidur telentang, tekanan akan memperlambat laju darah yang mengalir dari tubuh bagian bawah.

  • Konsumsi Banyak Air

Penelitian menunjukkan dehidrasi atau kekurangan cairan dapat memperburuk kondisi pembengkakan Anda.

  • Kontrol Berat Badan

Wanita dengan berat badan normal biasanya akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 11 hingga 15 kilogram selama masa hamil. Namun, penambahan berat badan yang berlebihan dapat memperburuk bengkak dan memicu berbagai masalah lain.

  • Latihan Rotasi

Untuk meningkatkan sirkulasi darah di pergelangan kaki, Anda bisa melakukan latihan rotasi

Latihan rotasi juga bisa meningkatkan sirkulasi darah Anda. Caranya, duduk dengan satu kaki terangkat. Kemudian putar pergelangan kaki Anda sebanyak sepuluh kali ke arah kanan lalu ke arah kiri. Anda bisa mengulangi ini sebanyak 10 kali selama latihan.

  • Kompres Pergelangan Kaki dengan Es

Dengan kaki terangkat, taruhlah es pada bagian dalam pergelangan kaki. Anda bisa melakukannya sekitar 15-20 menit setiap 30 menit-1 jam.

Kekurangan Kalsium dan Fosfat

Kram kaki juga merupakan hal yang tak bisa dilepaskan dari wanita hamil. Umumnya kontraksi otot yang menyakitkan ini terjadi pada area betis dan akan Anda alami ketika malam hari.

Penelitian juga menyebutkan kram kaki disebabkan oleh kurangnya kalsium dan fosfat. Untuk meredakannya, Anda bisa mengkonsumsi lebih banyak susu. Selain itu, Anda dapat menanyakannya kepada dokter kandungan mengenai suplemen yang memiliki banyak kandungan kalsium.

Pilih Sepatu yang Nyaman

Pertambahan berat badan menyebabkan pusat gravitasi Anda berubah. Anda membutuhkan alas kaki yang nyaman untuk menjaga keseimbangan. Jadi, pakailah flat shoes dengan bantalan yang nyaman. Hindari pemakaian high heels, yang membuat kaki pegal dan menambah risiko terpeleset.

Read More