Category Kulit Wajah

6 Tips Perawatan Kulit untuk Awet Muda

Berikut ini adalah 6 tips awet muda yang dapat digunakan sebagai rutinitas perawatan kulit wajah Anda.

  1. Cuci wajah dengan pembersih yang lembut

Pembersih sangat penting untuk menghilangkan debu atau riasan wajah yang terpapar sepanjang hari, minyak berlebih, dan bakteri yang terakumulasi. Ini juga berarti produk perawatan kulit Anda akan masuk ke dalam kulit Anda dan bekerja efektif.

Pembersih yang baik adalah yang dapat mencegah kulit dari dehidrasi dan kerusakan. Pembersih dengan pH tinggi seperti sabun alami sangat kasar, dan dapat membuat kulit rentan terhadap iritasi dan infeksi. Pembersih dengan pH rendah dapat menjaga keseimbangan kulit.

Bahan lain yang harus dihindari adalah sodium lauryl sulfate (SLS) karena sangat keras. Anda juga tidak perlu pembersih dengan banyak kandungan aktif. Pembersih tidak akan bertahan di kulit Anda dalam waktu yang lama.

  • Gunakan produk eksfoliasi

Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan sel kulit Anda akan melambat dengan sendirinya. Sel kulit mati tidak tergantikan oleh sel-sel baru dengan cepat. Hal ini berarti kulit Anda akan mulai terlihat kusam dan dengan warna kurang merata. Eksfoliasi adalah cara yang bagus untuk membantu menghilangkan sel kulit mati.

Ada 2 jenis eksfoliasi, yaitu fisik dan kimia. Sebaiknya hindari pengelupasan fisik yang keras seperti scrub berbahan gula, karena akan membuat kulit rentan kendur.

Selanjutnya, pilihlah handuk yang lembut untuk menangani kebutuhan kulit Anda. Sementara itu, pengelupasan kimia dilakukan secara bertahap dengan melarutkan ikatan antarsel kulit. Eksfoliator terbaik untuk kulit dewasa adalah AHA, yang dapat ditemukan pada toner dan serum.

  • Tepuk wajah, jangan digosok saat menggunakan serum wajah

Saat memakai serum yang mengandung konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi dibandingkan pelembap, maka usahakan untuk menepuk wajah. Bahan antipenuaan terbaik adalah turunan vitamin A yang dikenal sebagai retinoid dan vitamin C. Selain meningkatkan kolagen di kulit Anda, retinoid dan vitamin C juga bertindak sebagai antoksidan untuk menyerap stres. Apabila Anda baru mengenal serum, maka Anda dapat mencoba serum vitamin C dengan harga terjangkau.

  • Memakai pelembap

Langkah selanjutnya adalah menggunakan pelembab. Salah satu ciri kulit kering adalah sedikitnya jumlah jerawat yang muncul. Persoalan pada kulit kering antara lain garis halus akibat hidrasi kulit yang tidak memadai. Namun, hal ini dapat diatasi dengan memakai pelembap. Carilah pelembab yang mengandung humetan pengikat air seperti gliserin dan asam hialuronat. Salah satunya adalah Vaseline.

  • Memakai tabir surya

Tips awet muda lainnya adalah dengan mengaplikasikan tabir surya pada kulit wajah. Melakukan perlindungan matahari adalah salah satu perawatan kulit yang menjaga kulit tampak muda. Sinar matahari bisa membuat banyak tanda penuaan pada kulit wajah. Sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan penuaan, karena:

  • Merusak kolagen dan menyebabkan kelainan pada elastin yang menyebabkan kulit lebih tipis dan adanya kerutan.
  • Menyebabkan bercak berpigmen tidak merata

  • Melindungi kulit dari trauma

Penyebab utama munculnya kerutan adalah adanya kerusakan kulit dan kulit yang lebih tua, lebih rapuh, serta trauma. Penelitian pun menemukan bahwa dengan memberi tekanan pada wajah dengan bantal saat tidur, dapat menyebabkan kerutan permanen. Itulah sebabnya, Anda juga perlu berhati-hati saat mengeringkan wajah dengan handuk.

Read More

Amankah Memakai Benzoil Peroksida untuk Jerawat saat Hamil?

Perubahan hormon selama kehamilan bisa memicu jerawat. Saat hormon androgen meningkat, kulit akan menghasilkan lebih banyak minyak. Akibatnya, pori-pori tersumbat dan saat terinfeksi bakteri, bisa menjadi jerawat. Wanita hamil dapat menggunakan peroxide yang dianggap efektif untuk mengobati jerawat. Namun, amankah menggunakan benzoil peroksida untuk jerawat saat hamil?

Benzoil Peroksida Aman Dipakai selama Kehamilan

Benzoil peroksida ternyata aman digunakan saat Anda hamil. Hal ini karena tubuh Anda sangat sedikit menyerap kandungan benzoil peroksida. Tidak pernah ada kasus atau masalah tentang penggunaan benzoil peroksida yang dilaporkan selama kehamilan.Namun, pastikan Anda tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai benzoil peroksida atau obat apapun selama kehamilan. Kemungkinan besar, benzoil peroksida juga masih aman untuk dipakai saat selama masa menyusui. Sebab, kadar obat yang diserap ke dalam tubuh melalui kulit sangat sedikit. Meski demikian, efek samping dari benzoil peroksida tetap ada.

Efek samping dari benzoil peroksida

Penggunaan benzoil peroksida untuk jerawat saat hamil tidak akan membahayakan janin. Akan tetapi, Anda mungkin merasa tidak nyaman. Bila muncul efek samping berikut ini, segera hubungi dokter.

  • Kulit kering atau mengelupas
  • Kulit terasa sensasi panas atau hangat
  • Kulit terasa gatal

Selain itu, benzoil peroksida umumnya jarang menimbulkan efek samping yang serius, meski tetap ada kemungkinannya. Berikut ini efek samping benzoil peroksida yang termasuk kategori serius.

  • Kulit terbakar atau melepuh
  • Ruam kemerahan
  • Kulit membengkak

Alternatif selain benzoil peroksida

Wanita hamil yang ingin menghindari penggunaan obat saat hamil, dapat memakai cara alternatif untuk mengurangi jerawat. Berikut ini tipsnya.

  • Basuh dan usap wajah dengan lembut. Jangan menggosok wajah.
  • Minum banyak air untuk menjaga kelembapan kulit. Hindari kafein.
  • Jika memilih make-up, gunakan produk bebas minyak yang berlabel “noncomedogenic” atau “nonacnegenic.”
  • Hindari memencet atau memecahkan jerawat
  • Hindari terlalu sering menyentuh wajah dengan tangan, agar terhindar dari bakteri atau kuman penyebab jerawat.

Konsultasi dengan dokter

Benzoil peroksida umumnya dianggap aman untuk wanita hamil. Akan tetapi, tidak ada salahnya tetap berkonsultasi dengan dokter selama memakai obat tersebut untuk jerawat saat hamil. Pertanyaan yang perlu Anda ajukan antara lain:

  • Apakah dokter merekomendasikan benzoil peroksida untuk jerawat saat hamil?
  • Apakah ada obat jerawat lain yang mungkin lebih aman?
  • Apa saja cara alami tanpa obat berbahan kimia yang bisa mengatasi jerawat saat hamil?

Dokter akan membantu merawat kulit Anda dengan aman, sehingga Anda bisa lebih tenang dan fokus untuk memperhatikan kehamilan.

Interaksi Benzoil peroksida dengan Obat Lain

Berhubung benzoil peroksida sangat sedikit diserap oleh tubuh, maka tidak mungkin bisa berinteraksi dengan obat lain yang diminum. Namun, kulit Anda bisa semakin kering dan bersisik jika menggunakan obat jerawat topikal secara bersamaan. Sebaiknya, pertimbangkan untuk menggunakan hanya satu jenis obat jerawat saat hamil dalam satu waktu, atau sesuai anjuran dokter.

Read More