Category Kesehatan Mental

Cara Mengenali Tipikal Kaum Misoginis

Kekerasan terhadap perempuan tidak bisa dipandang remeh. Di Indonesia saja menurut survei Badan Pusat Statistik tahun 2017 silam, 1 dari 3 perempuan Indonesia didapati mengalami kekerasan entah dalam bentuk fisik, verbal, psikis, maupun ekonomi. Sikap merendahkan perempuan atau misogini yang dilakukan kaum misoginis menjadi awal mula kekerasasan terhadap perempuan yang banyak terjadi di dunia maupun di Indonesia.

Kaum misoginis bisa merupakan laki-laki maupun perempuan. Jumlah kaum ini sampai sekarang belum terdata jelas disebabkan banyak orang yang tidak menyadari dirinya merupakan misoginis. Bagi perempuan yang terlecehkan pun, kebanyakan memilih diam terhadap perlakuan para misoginis yang diterimanya. Alasannya beraneka rupa, mulai dari ketakutan sampai yang banyak terjadi adalah belum sadarnya perempuan-perempuan tersebut mengenai perlakuan misogini yang diperolehnya. Perlakuan melecehkan yang ia dapat dianggap sebagai perlakuan biasa.

Semua orang baiknya ambil bagian untuk memutus mata rantai ketidaksadaran terhadap kaum misoginis agar angka kekerasan terhadap perempuan bisa ditekan. Berikut ini adalah beberapa tanda khas yang dimiliki oleh kaum yang suka merendahkan perempuan. Jika menemui tanda-tanda ini, Anda patut curiga!

  1. Selalu Superior

Sikap merendahkan atau melecehkan perempuan, khususnya oleh laki-laki, dimulai dari rasa superior yang keterlaluan. Pria misoginis umumnya tidak mau kalah dengan perempuan, baik dalam soal karier, prestasi, maupun keuangan. Jiwa kompetisi mereka begitu mencuat ketika berhadapan dengan wanita. Tapi begitu berhadapan dengan pria lain, jiwa kompetisi mereka akan langsung menurun. Perbedaan sikap ini semata untuk menunjukkan bahwa laki-laki lebih superior daripada perempuan.

  • Tak Tepat Janji

Sebagai perempuan, apakah Anda sering merasa pria yang Anda kenal kerap tidak menepati janjinya kepada Anda? Padahal di sisi lain, ketika berjanji dengan teman laki-laki lainnya, ia selalu berusaha memenuhi janji tersebut. Kondisi ingkar janji hanya pada perempuan ini juga merupakan ciri khas kaum misoginis, loh.

  • Mudah Bersikap Kasar

Kaum misoginis awalnya mungkin terlihat lembut. Namun setelah beberapa waktu, Anda akan menyadari dia adalah pribadi yang mudah bersikap kasar kepada perempuan. Kekasaran tersebut tidak melulu berbentuk fisik, melainkan juga dalam bentuk kata-kata maupun perlakuan yang bisa membuat perempuan merasa menderita. Kekasaran kaum misogini tak lain merupakan benteng pertahanan dirinya untuk melawan ketakutan terhadap perempuan.

  • Suka Selingkuh

Jika Anda menemukan pria yang acapkali memilih perselingkuhan dalam hubungan, berhati-hatilah karena ia adalah seorang misoginis! Kaum misoginis cenderung suka berselingkuh sebagai bentuk pengakuan bahwa ia mampu menaklukkan perempuan. Dengan berselingkuh, kaum ini mendapati kesenangan tersendiri karena mampu membuat perempuan merasa sakit hati.

  • Menghilang Tiba-tiba

Ketika menjalani hubungan dengan seorang misoginis, Anda akan kerap kesal karena ia suka tiba-tiba menghilang. Dalam artian, mungkin ia tidak akan menghubungi Anda beberapa waktu tanpa penjelasan. Ia bisa dengan mudah pergi untuk mengakhiri hubungan tanpa adanya masalah. Perlakuan ini ia ambil sebagai bentuk “kekerasan” yang bisa membuat Anda merasa menderita.

  • Posesif dan Egois

Jiwa kaum misoginis sangat sombong dan selalu ingin menang sendiri. Sifat ini membuat pria-pria misoginis menjadi pribadi yang egois terhadap perempuan. Ia akan memaksa perempuan yang menjalin hubungan dengannya untuk selalu patuh pada kontrol yang ia buat. Sifat egois ini juga membuat pria misoginis menjadi seorang yang posesif sebab tidak akan membiarkan perempuan yang menjalin hubungan dengannya merasa bebas dan lepas dari pengawasannya.

***

Kalau Anda sedang berhubungan dengan orang yang memiliki tanda-tanda kaum misoginis di atas, baiknya Anda segera mengambil sikap. Memilih berpisah dan membangun tembok perlindungan diri menjadi pilihan bijak guna menghindarkan diri Anda dari kekerasan yang lebih buruk.

Read More

Jenis Obat Penenang serta Dampaknya Bagi Kesehatan

obat penenang

Dokter umumnya memberikan resep obat penenang kepada orang yang mengalami gangguan kecemasan atau kesulitan tidur. Tentu saja obat tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Sayangnya, cukup banyak orang yang justru malah menyalahgunakan obat penenang sebab efeknya dianggap mampu menghilangkan persoalan.

Nah, mari kita tengok sebetulnya bagaimana cara kerja obat penenang!

Komunikasi antar sel otak dijembatani oleh suatu zat yang disebut dengan neurotransmitter. Ketika seseorang mengonsumsi obat penenang, komunikasi saraf di dalam otak akan diubah. Obat penenang tersebut merangsang diproduksinya neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA).

Adanya GABA tersebut akan memperlambat aktivitas otak. Itulah sebabnya, orang menjadi rileks dan mengantuk setelah meminum obat penenang. Tapi, ingat ada dampak kesehatan yang mengintai lho, bila digunakan di luar pengawasan dokter.

Mengenal jenis obat penenang

Jenis obat penenang yang umum digunakan adalah golongan benzodiazepin dan barbiturat. Terdapat perbedaan tujuan penggunaan antara kedua jenis obat tersebut.

Stres akut, serangan panik, gangguan kecemasan biasanya diatasi dengan benzodiazepin. Dokter juga kadang memberikan benzodiazepin untuk mengatasi gangguan tidur dalam jangka waktu singkat.

Sedang barbiturat biasanya diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, kecemasan, serta ketegangan.

Di samping kedua golongan obat tersebut, masih ada golongan hypnotics yang hanya diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, serta opioid atau narkotika yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang tidak tertahankan.

Terlepas dari manfaatnya, jenis obat penenang sangat rentan disalahgunakan. Maka dari itu, penjualan obat ini diatur secara ketat di dalam undang-undang serta hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Dampak buruk obat penenang

Dampak buruk yang paling jelas dari penggunaan obat penenang yang tidak tepat adalah timbulnya ketergantungan atau adiksi. Namun, di luar adiksi pun ada banyak sekali efek sampingnya bagi kesehatan.

Karena obat penenang bekerja dengan cara memperlambat aktivitas otak, maka beberapa efek samping mungkin timbul, seperti gerak reflek melambat, pernapasan melambat, kesulitan fokus dalam berpikir, penglihatan mengabur, sulit berbicara atau bicara jadi lebih lambat, pusing, dan lain sebagainya.

Efek samping tersebut terjadi pada penggunaan jangka pendek. Jika digunakan dalam jangka waktu panjang, efek samping yang ditimbulkan dapat lebih intens dan berbahaya, antara lain mengalami gangguan mental, mengalami gejala depresi, amnesia, serta gangguan organ hati. Dan yang tidak terelakkan, tentu saja menimbulkan ketergantungan.

Tanda seseorang telah mengalami ketergantungan obat penenang, jika penggunaannya sudah tidak sesuai anjuran dokter. Obat penenang mulai digunakan dalam jumlah berlebih serta terus merasa membutuhkan dosis yang lebih tinggi.

Menariknya, bila dikonsumsi pada dosis yang dianjurkan, obat penenang dapat membuat orang rileks dan mengantuk, tapi pada kasus ketergantungan, penderitanya justru menjadi sulit tidur.

Selain itu, orang yang sudah ketergantungan obat penenang, biasanya menjadi mudah kesal dan kecemasannya meningkat. Gejala lain juga mungkin timbul, seperti mual, muntah, kejang, hingga hilang kesadaran.

Pada titik tertentu, dapat muncul kelelahan ekstrim. Disertai dengan mengecilnya pupil mata, melambatnya pernapasan, serta melambatnya detak jantung. Kondisi tersebut menandakan orang tersebut telah mengalami overdosis.

Apabila Anda melihat kerabat atau keluarga yang mengalami hal tersebut, segeralah bawa ke rumah sakit agar segara mendapat penanganan medis.

Meski memberikan manfaat, bahaya di balik penggunaan obat penenang juga tidak main-main. Maka, sebaiknya hanya gunakan obat penenang sesuai anjuran dan jangan mencoba menggunakannya di luar pengawasan dokter.

Read More