Berat Bayi Lahir Rendah, Begini Cara Merawatnya

Berat badan bayi ketika dilahirkan bervariasi. Jika ibu mengalami masalah-masalah medis selama kehamilan, tidak tertutup kemungkinan bayi lahir dengan bobot di bawah 2,5 Kg. Kondisi ini disebut berat bayi lahir rendah (BBLR).

berat bayi lahir rendah

Mengapa kondisi berat bayi lahir rendah mendapat perhatian khusus? Sebab bayi dengan bobot yang rendah ketika dilahirkan rentan mengalami gangguan medis. Itulah sebabnya, bayi membutuhkan perawatan ekstra.

Merawat bayi dengan berat badan lahir rendah

Bila berat bayi lahir rendah, maka perlu diberikan perawatan intensif. Bayi dirawat di ruang NICU.

Perawatan yang diberikan  akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bayi. Faktor-faktor seperti berat badannya saat lahir dan tingkat keparahan masalah medis yang dialami, menjadi dasar diberikannya perawatan tertentu.

Di ruangan NICU, bayi akan memperoleh perawatan khusus. Bayi akan dihangatkan di inkubator, diberi cairan obat melalui infus, juga diberi nutrisi sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk kasus berat bayi lahir rendah, bayi akan terus diberi perawatan intensif sampai kondisinya membaik dan stabil. Berat badannya akan dipantau dan ditunggu hingga meningkat. Bayi baru dapat pulang ke rumah, setelah direkomendasikan oleh dokter.

Setelah pulang ke rumah, tetap ada perawatan khusus yang harus diberikan kepada si Kecil. Di bawah ini, cara merawat buah hati dengan BBLR atau berat bayi lahir rendah.

1. Diberi ASI sesuai jadwal

Seperti diketahui, ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi dalam periode 6 bulan awal usianya. Terlebih jika berat bayi lahir rendah, tentu sangat disarankan untuk diberi ASI.

Apabila buah hati Anda mengalami BBLR, sebaiknya si Kecil diberi ASI setiap 2-3 jam sekali. Karena sebagian besar waktu bayi digunakan untuk tidur, Anda dapat membangunkan bayi untuk menyusu, bila sudah jadwalnya diberi ASI.

2. Memberikan sentuhan langsung kepada bayi

Kebanyakan kasus berat bayi lahir rendah terjadi pada bayi prematur. Bayi-bayi yang lahir prematur memiliki jaringan lemak yang tipis, sehingga mereka sulit mempertahankan suhu tubuhnya. Maka, sering-seringlah bersentuhan langsung atau gendong bayi dengan metode kangguru. Cara ini dapat menjaga kehangatan tubuh bayi.

Tidak hanya menjaga suhu tubuh bayi, menggendong dengan metode kangguru juga dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak, bayi lebih tenang dan nyaman, serta denyut jantung dan pernapasannya lebih teratur.

3. Memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi

Gangguan tumbuh kembang kerap menjadi komplikasi dari kondisi berat bayi lahir rendah. Karenanya, Anda perlu membawa si Kecil berkonsultasi dengan dokter anak secara teratur. Dengan demikian, kemungkinan adanya masalah tumbuh kembang dapat diketahui sejak dini.

4. Melengkapi imunisasi bayi

BBLR biasanya sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Si Kecil jadi rentan terkena penyakit karenanya, terutama penyakit infeksi.

Untuk menghindari hal tersebut, pastikan buah hati menerima imunisasi yang lengkap dan waktu pemberiannya sesuai anjuran dokter. Sebab ada waktu-waktu tertentu di mana imunisasi memberikan efek sangat optimal.

5. Lebih banyak bersama bayi

Si Kecil yang mengalami BBLR perlu selalu ada lingkungan yang kondusif dan kondisi yang optimal, demi mencapai hal tersebut orang tua perlu lebih banyak bersama si Kecil. Sering menggendong dan mengajaknya bermain memberikan dampak yang baik bagi perkembangannya.

Kondisi berat bayi lahir rendah atau BBLR memang akan sangat menguras energi dan perhatian orang tua. Banyak tindakan ekstra yang perlu dilakukan untuk menjaga kondisinya. Namun, para orang tua juga jangan lupa untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri agar terhindar dari stres.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>