Apakah Semua Jamur Enoki Berbahaya? Kenali Ciri-cirinya

Siapa pecinta suki di sini? Mulai sekarang lebih berhati-hati, ya. Sebab, baru-baru ini, muncul wabah LIsteria di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Kanada. Kejadian luar biasa (KLB) disebabkan oleh jamur enoki.

jamur enoki

Pemerintah Indonesia Memusnahkan Jamur Enoki Asal Korea

Akibat adanya laporan dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), mengenai bakteri Listeria monocytogeneses yang mencemari jamur enoki. Menurut laporan dari CNBC Indonesia, pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan dengan memusnahkan jamur enoki asal Korea Selatan akibat adanya laporan tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) segera menarik kembali jamur enoki dari Green Co Ltd dan langsung memusnahkannya. Total ada sebanyak 8,1 ton yang sudah diimpor dari Green Co Ltd tersebut.

Di Indonesia memang masih belum ditemukan kasus akibat terkontaminasi bakteri listeria ini. Namun, berdasarkan hasil investigasi dengan pengambilan sampling pada produk jamur enoki asal Korsel tersebut, ternyata terdeteksi mengandung bakteri Listeria monocytogeneses yang melewati ambang batas di kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g.

Bakteri Listeria monocytogeneses adalah jenis bakteri yang tersebar di lingkungan pertanian, seperti di tanah, silase, fekal, tanaman, serta air. Karakter bakteri ini bertahan di suhu dingin. Dikhawatirkan potensi untuk kontaminasi silang pada pangan lain yang siap dikonsumsi pada penyimpanan.

Oleh karena itulah pemerintah meminta importir untuk mengembalikan jamur dari Green Co Ltd ini untuk dikembalikan pada distributor. Kemudian, importir juga diminta agar menerapkan sanitasi dengan tujuan untuk mencegah kontaminasi silang terhadap pangan lain.

Bahaya bakteri Listeria ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, orang lanjut usia di atas 65 tahun, serta orang dengan imun tubuh rendah. Konsekuensi paling parah bisa menyebabkan kematian.

Apakah Semua Jamur Enoki Berbahaya?

Tenang saja, karena ternyata tidak semua jamur enoki berbahaya, kok. Alias ada juga yang aman dikonsumsi, misalnya yang berasal dari Taiwan, China, dan dari produsen lainnya. Bahaya tidaknya jamur dengan nama latin Flammulina veluptipes ini  bergantung pada kondisi tanah tempatnya tumbuh.

Meskipun ada yang aman, tetap saja tidak boleh sembarangan mengonsumsinya. Perhatikan kembali prosedur saat memasaknya. Pastikan jamur enoki dimasak dengan benar dan tidak dikonsumsi secara mentah. Sebab, bakteri listeria tersebut akan mati di suhu 75 derajat celcius.

Ciri-ciri Jamur Enoki Asal Korea Selatan yang DIlarang

Meskipun pemerintah menyebut sudah memusnahkan jamur enoki asal Green Co Ltd, ternyata masih banyak beredar di e-commerce.

Agar tidak salah beli, kenali ciri-ciri jamur enoki asal Korsel yang dilarang.

  1. Kemasan Bermerek GREENCO

Jamur enoki asal yang berbahaya itu memiliki kemasan berwarna cokelat dengan merek GREENCO. Menurut pihak Kementan, seperti yang dikutip dari Detik, jamur tersebut dikemas dalam ukuran 200 gram. Selain kemasannya berwarna cokelat, ada juga berwarna hijau. Sehingga Anda perlu membaca dengan seksama kemasannya sebelum membeli.

  • Perhatian Tulisan pada Kemasan

Selain merek, pada kemasan juga tercantum tulisan ‘Produk Korea’. Nama importinya adalah PT DMX Trading Indonesia yang didistribusikan oleh PT Green Box Fresh Vegetables. Perhatikan

  • Sempat Beredar di Jakarta

Uji laboratorium yang dilakukan oleh Kementan pertama kali adalah menggunakan sampel jamur enoki produksi Green Co Ltd yang beredar di Jakarta. Untungnya, menurut pihak Kementan, jamur asal Korsel yang berbahaya ini sudah dimusnahkan.baik-baik, ya.

  • Masih Beredar di E-commerce

Ternyata, jamur enoki asal Korsel ini masih banyak beredar di toko online alias e-commerce. Saat mencari dengan keyword ‘jamur enoki Korea’, maka hasil pencarian akan memunculkan produk Green Co Ltd. Oleh sebab itu, perlu berhati-hati saat membeli secara online, lihat foto kemasan yang ditampilkan oleh pihak penjual agar tidak salah beli.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>