Alasan Pentingnya Pemeriksaan Kolposkopi

Kolposkopi merupakan prosedur pemeriksaan kesehatan pada organ reproduksi wanita seperti serviks, vagina, dan vulva. Kolposkopi mungkin tak sepopuler screening kesehatan kewanitaan lainnya, namun prosedur ini sangat penting.

kolposkopi

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat bedah yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah sebuah mikroskop listrik besar dengan cahaya yang sangat terang sehingga membantu dokter melihat kondisi organ reproduksi Anda dengan jelas. 

Prosedur kolposkopi biasanya dilakukan jika hasil skrining sel serviks pap smear menunjukkan tanda-tanda abnormal. Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan ini bila:

  • Terjadi pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Terlihat pertumbuhan sel abnormal di leher rahim, vulva, dan vagina

Seberapa penting pemeriksaan kolposkopi?

Dengan kolposkop, dokter dapat menemukan kejanggalan pada organ kewanitaan Anda. Melalui pemeriksaan kolposkopi, Anda bisa mengetahui apakah Anda dalam kondisi sehat atau perlu penanganan yang lebih lanjut.

Kolposkopi dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai gangguan yang menyerang organ reproduksi wanita seperti:

  1. Kanker serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit mematikan bagi wanita. Di Amerika, kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor satu pada kebanyakan wanita. 

Banyak wanita yang tidak menyadari dirinya telah terkena kanker leher rahim. Pasalnya, gejalanya mirip dengan sindrom pra menstruasi dan infeksi saluran kemih, sehingga mereka cenderung menyepelekannya. Gejala yang parah mulai terasa ketika kanker mulai memasuki stadium lanjut.

Ada beberapa pilihan perawatan kanker serviks. Sebelum menentukan apakah Anda terkena kanker serviks, dokter lebih dulu melakukan pemeriksaan pap smear dan kolposkopi.

  1. Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah tumbuhnya benjolan di area kelamin yang umumnya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Penyakit ini dapat dialami oleh pria maupun wanita, dan merupakan salah satu penyakit menular seksual.

Untuk mendiagnosis kutil kelamin pada wanita, dokter mulanya akan melakukan Pap smear untuk menguji keberadaan virus HPV. Setelah hasilnya positif, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kolposkopi untuk memantau perubahan sel abnormal tersebut.

  1. Radang serviks (servisitis) 

Umumnya, servisitis atau radang leher rahim disebabkan oleh infeksi. Salah satu penyebab infeksi adalah virus HPV, yang biasanya menjadi pertanda prakanker atau kanker serviks. 

Pap smear merupakan pemeriksaan awal yang dilakukan untuk menguji kelainan sel pada vagina. Ketika ditemukan sel abnormal, dokter akan melakukan kolposkopi sebagai pemeriksaan lanjutan.

  1. Kanker vagina

Kolposkopi juga dapat digunakan untuk deteksi dini kanker vagina. Dalam sebuah penelitian, ketika patologi HSIL vagina ditunjukkan biopsi kolposkopi dan impresi prakanker, 30,2 % kasus dipastikan menderita kanker dengan vaginektomi.

Maka dari itu, kolposkopi tidak hanya mampu mendeteksi kanker vagina secara dini, namun juga pengambilan keputusan untuk vaginektomi dalam mendeteksi kanker dini. 

Siapa saja yang harus menjalani pemeriksaan kolposkopi?

Kolposkopi umumnya merupakan pemeriksaan lanjutan dari Pap smear. Kolposkopi dilakukan oleh wanita yang telah terbukti menunjukkan abnormalitas pada sel serviks, vagina, maupun vulva.

Beberapa alasan yang mengharuskan Anda menjalani prosedur kolposkopi yakni:

  • Terdeteksi jenis virus HPV berisiko tinggi pada pemeriksaan pap smear
  • Terdapat perubahan sel abnormal pada leher rahim
  • Terlihat perubahan sel serviks tingkat tinggi yang dapat berubah menjadi kanker

Ketika Anda dianjurkan untuk melakukan kolposkopi, Anda tidak perlu khawatir. Sebagian besar wanita yang telah menjalani prosedur tersebut memiliki hasil yang normal. Hal ini menandakan serviks dalam kondisi sehat dan berisiko rendah terkena kanker serviks.

Tak semua sel abnormal yang ditunjukkan setelah skrining adalah berbahaya. Namun, jika tidak segera diobati, sel ini dapat berkembang menjadi kanker. Maka dari itu, skrining kolposkopi sangat penting untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan di kemudian hari. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>